Solidaritas Aktivis Gorontalo Tutup Ramadhan ke-27 dengan Bukber, Deno: “Abis Puasa Baru Baku Abis”

Tabayyun.co.id, GORONTALO -Solidaritas Aktivis se-Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) di Coffee Kita, Selasa (17/03/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar aktivis di penghujung Ramadhan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen, mulai dari aktivis, jaksa, hingga perwakilan LSM.

Kehadiran lintas sektor ini dinilai sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi dan memperkuat sinergi di tengah dinamika sosial di daerah.

Baca Juga :  Tito Karnavian Larang Pejabat Flexing, Minta Kepala Daerah Termasuk Gubernur Gorontalo Kegiatan Seremonial Dihentikan

Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi santai sekaligus memperluas jejaring solidaritas.

Dalam kesempatan itu, salah satu aktivis Gorontalo, Abdullah Djarai atau yang akrab disapa Om Deno, menyampaikan pesan yang mencuri perhatian.

Ia juga menambahkan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi ruang refleksi sebelum kembali pada dinamika perjuangan di lapangan.

Baca Juga :  Lahir di Hari Kemerdekaan, Seorang Bayi Asal Buliide dapat Kado Spesial dari Wali Kota Adhan

“Kita manfaatkan Ramadhan ini untuk menahan diri dan memperbaiki niat. Setelah itu, abis puasa baku abis kita kembali fokus mengawal kepentingan rakyat,” ujarnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini turut diisi dengan diskusi ringan usai berbuka. Sejumlah isu strategis yang berkembang di Provinsi Gorontalo menjadi topik pembahasan bersama.

Baca Juga :  Jasin Mohammad Sebut, Penas KTNA 2026 Jadi Pintu Masuk Hilirisasi Jagung di Gorontalo

“Diskusi seperti ini penting agar kita tidak kehilangan arah dalam menyikapi persoalan daerah. Aktivis harus tetap kritis, tapi juga solutif,” tambah Deno.

Melalui kegiatan tersebut, para aktivis menunjukkan komitmen untuk terus menjaga ruang dialog yang sehat serta berperan aktif dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *