TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Persiapan pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 terus dimatangkan. Panitia bersama pemerintah provinsi, kota Gorontalo dan Bone Bolango, komunitas Runner, EO dan kepala Bank Mandiri kota Gorontalo, serta dari RAPI dan PMI dalam rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan teknis, pelayanan kesehatan, pengamanan rute, hingga penataan lokasi kegiatan. Jumat,23/10/26,di kantor Inspektorat Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Sultan Kalupe, S.T., M.T., mengatakan sejumlah aspek penting penyelenggaraan telah dibahas dan secara umum hampir siap dilaksanakan.
Menurut Sultan, dukungan pelayanan medis menjadi salah satu perhatian utama panitia. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Kota Gorontalo akan melibatkan sekitar 91 personel, didukung 14 ambulans dan rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung.
“Dari sisi medis, teman-teman Dinas Kesehatan Kota dan provinsi sangat mendukung. Kurang lebih 91 personel akan dilibatkan, dengan dukungan 14 ambulans serta rumah sakit rujukan,” ujar Sultan.
Selain kesiapan medis, pengamanan jalur pelari juga menjadi perhatian. Dinas Perhubungan akan menempatkan petugas di sekitar 88 persimpangan dan pertigaan jalan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan peserta tetap berada pada jalur yang telah ditentukan.
Panitia juga menyiapkan sekitar 125 marshal yang bertugas mengarahkan pelari di sepanjang rute.
Dukungan komunikasi akan diperkuat melalui Bantuan Komunikasi (Bankom) dan unsur Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), termasuk penyediaan personel dan peralatan komunikasi untuk mendukung koordinasi dari Kota Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango.
Sultan menjelaskan, rute untuk kategori 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer telah disurvei.
Penentuan titik pemeriksaan atau checkpoint, lokasi water station, serta penempatan petugas medis juga telah dibahas sebagai bagian dari kesiapan teknis.
“Secara umum, untuk teknis pelaksanaan ini insyaallah sudah hampir clear. Tinggal ada beberapa perbaikan yang nanti akan disesuaikan,” katanya.
Perizinan dan Penataan Venue
Dari aspek administrasi, panitia masih melakukan penyesuaian sejumlah dokumen untuk menuntaskan perizinan dari Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Sultan mengatakan, dokumen permohonan sebenarnya telah disampaikan. Namun, masih ada sejumlah data yang perlu dilengkapi, termasuk penyesuaian tarif reklame dan kebersihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Panitia berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan agar seluruh perizinan terbit sebelum pelaksanaan acara.
Sementara itu, kawasan Lapangan Taruna yang menjadi venue utama GHM 2026 akan dibenahi.
Penataan juga mencakup lokasi booth sponsor, area medis, serta tempat berjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Panitia berencana mengusulkan kepada pemerintah kota agar pelaku UMKM yang selama ini berjualan di trotoar memperoleh ruang berjualan di lokasi yang disediakan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketertiban sekaligus memberikan ruang usaha bagi pedagang lokal.
Di dalam venue, panitia memperkirakan sekitar 40 UMKM akan menempati area yang telah disiapkan.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai ketersediaan ruang. Area lain di sekitar kawasan rumah dinas gubernur juga dipertimbangkan untuk mendukung penempatan UMKM.
Untuk memudahkan koordinasi di lapangan, petugas akan menggunakan jersey dengan warna dan tulisan berbeda sesuai tugas masing-masing, seperti tenaga medis dan marshal.
Dengan penanda tersebut, peserta diharapkan dapat lebih mudah mengenali petugas ketika membutuhkan bantuan selama mengikuti lomba.
Peserta Hampir 4.000 Orang, Target 5.000
Dari sisi partisipasi, Sultan mengungkapkan jumlah pendaftar GHM 2026 telah mendekati 4.000 orang. Panitia masih berupaya meningkatkan jumlah peserta hingga mencapai target 5.000 orang.
Kesiapan logistik juga terus dikebut. Panitia telah memesan lebih dari 5.150 jersey untuk memenuhi kebutuhan peserta dan mendukung kelancaran distribusi perlengkapan sebelum kegiatan dimulai.
“Kami berharap dalam tinggal waktu yang tersisa, jumlah peserta bisa mencapai 5.000 orang. Untuk logistik, jersey yang sudah kami pesan lebih dari 5.150, sehingga mudah-mudahan tidak ada keterlambatan pengiriman maupun distribusi kepada para pelari,” jelasnya.
Terkait hiburan, Sultan menyampaikan bahwa Ariel NOAH dan Ririn Ekawati belum dapat hadir karena memiliki agenda lain pada waktu yang bersamaan.
Sebagai alternatif, panitia telah menjalin komunikasi dengan Nirina Zubir bersama suaminya, yang juga merupakan gitaris grup musik Cokelat.
Keduanya direncanakan hadir untuk memeriahkan kegiatan, termasuk mendukung rangkaian pengalungan medali dan pengumuman pemenang. Namun, panitia masih melakukan pembahasan terkait biaya atau rider penampilan.
Panitia juga menjajaki kehadiran penyanyi dari kawasan Indonesia Timur dengan mempertimbangkan kesesuaian anggaran dan jadwal.
Adapun undangan bagi pejabat dan tamu VIP belum dikirimkan. Panitia akan memfinalisasi daftar undangan sebelum menentukan jadwal pengirimannya, yang direncanakan sekitar 28 atau 30 Oktober 2026.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Sultan berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga GHM 2026 berjalan tertib, aman, dan memberikan pengalaman positif bagi peserta sekaligus mendorong promosi pariwisata Gorontalo.












