Sultan Kalupe Sebut ,Dukungan Pemkab Gorontalo Penting untuk Dongkrak Posisi di IMTI 2026

TABAYYUN.CO.ID,GORONTALO – Dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 dinilai menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat posisi Gorontalo sebagai destinasi wisata ramah muslim.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengapresiasi keterlibatan Pemkab Gorontalo dalam menerima dan mendampingi Tim Visitasi IMTI 2026.

Tim tersebut melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi potensial, termasuk kawasan yang menawarkan kuliner khas Kabupaten Gorontalo.

“Dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ini sangat penting dalam memperkuat posisi Gorontalo pada penilaian IMTI 2026. Ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membangun ekosistem pariwisata yang semakin ramah bagi wisatawan muslim,” ujar Sultan Kalupe.

Baca Juga :  Forum Pemuda Gorontalo Datangi Polres Tanjung Priok Terkait Penangkapan Batu Hitam Ilegal dan Desak Mabes Polri Segera Tetapkan tersangka

Menurut Sultan, visitasi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari proses penilaian. Momentum itu juga menjadi kesempatan bagi daerah untuk menunjukkan kesiapan destinasi, fasilitas, serta pelayanan kepada wisatawan muslim.

Ia mengatakan kekuatan Gorontalo tidak hanya terletak pada potensi wisatanya, tetapi juga kekayaan kuliner lokal yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Baca Juga :  Usulan Belum Dijawab, Fikram Salilama Tekan Pemerintah Provinsi Segera Bangun SMA Hulonthalangi

“Potensi kuliner khas Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu kekuatan yang kita miliki. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana potensi tersebut didukung dengan aspek halal, kebersihan, kenyamanan, pelayanan, serta aksesibilitas yang baik,” jelasnya.

Sultan menilai target masuk 10 besar destinasi wisata ramah muslim dalam IMTI 2026 membutuhkan keterlibatan lintas daerah dan pelaku industri pariwisata.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pembenahan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada penilaian, tetapi juga menghasilkan pengalaman wisata yang lebih baik bagi masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga :  Di Muswil Persis Gorontalo, Prof Atip Soroti Peran Ormas Islam dalam Sejarah Bangsa

“Target 10 besar tentu menjadi motivasi. Tetapi lebih dari itu, IMTI menjadi momentum bagi kita untuk terus melakukan pembenahan dan memastikan wisatawan muslim mendapatkan pengalaman berwisata yang nyaman di Gorontalo,” tandasnya.

Visitasi IMTI 2026 merupakan tindak lanjut Workshop IMTI yang digelar pada 31 Juli 2026.

Dalam proses penilaian, sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain aksesibilitas, daya tarik wisata ramah muslim, akomodasi, restoran, pusat perbelanjaan, inovasi daerah, serta komitmen pemerintah dan pelaku industri pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *