Syamsir Kiyai Turun ke Kabila, 907 Warga Terima Bantuan Pangan

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO — Sebanyak 907 warga di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, menerima bantuan pangan pemerintah di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap sektor pertanian.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Kabila pada Rabu (2/9/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus membantu masyarakat yang terdampak penurunan produksi dan hasil panen.

Penyerahan bantuan turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Dinas Pangan Kabupaten Bone Bolango, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas serta masyarakat penerima.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang juga Ketua Fraksi Gerindra Syamsir Kiyai mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Penerima ini ada 907 orang yang tersebar di delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Kabila,” jelasnya.

Baca Juga :  Reses Meyke Camaru, Warga Libuo Keluhkan Sulitnya LPG 3 Kg

Penyaluran dilakukan secara bertahap dan telah dimulai sejak Senin. Sejumlah wilayah yang menjadi lokasi penyaluran antara lain Dutohe, Dutohe Barat, Padengo, Tanggilingo, Oluhuta, Oluhuta Utara, Talango dan Poowo.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan solusi jangka panjang, melainkan bentuk penanganan sementara untuk membantu warga melewati kondisi sulit akibat berkurangnya produksi pertanian.

“Ini sifatnya sementara, dalam rangka menanggulangi dulu situasi yang dialami masyarakat akibat kekeringan dan produksi panen yang menurun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan penyaluran bantuan pangan merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan DPRD.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi tekanan akibat musim kering.

Dalam proses penyalurannya, masyarakat diminta menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Penerima juga diingatkan agar tidak menjual kembali bantuan yang telah diterima.

Baca Juga :  Majelis Taklim Al-Istiqomah Lekobalo Terima Bantuan Aspirasi Rp10 Juta, Indriani Dunda: Semoga Menambah Semangat Syiar Islam

Data penerima bantuan mengacu pada data terpadu penerima manfaat. Warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum tercatat diminta menyampaikan laporan kepada pemerintah desa atau kelurahan.

Laporan tersebut nantinya dapat menjadi dasar pendataan dan pengusulan untuk penyaluran pada tahap selanjutnya.

Selain bantuan pangan, anggota DPRD tersebut turut menyampaikan informasi mengenai program bantuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Program yang disampaikan antara lain Program Indonesia Pintar (PIP) dan beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa.

Besaran bantuan PIP berbeda berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk siswa SD sebesar Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, sedangkan SMA mencapai Rp1,8 juta.

Sementara mahasiswa yang mengajukan bantuan pendidikan tinggi harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya mempertahankan IPK minimal 3,00.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Kendala Lahan Gerai Koperasi Merah Putih di Desa Bube

Dokumentasi terhadap penerima dilakukan sebagai bagian dari administrasi dan pertanggungjawaban agar bantuan dapat dipastikan diterima masyarakat yang berhak.

Untuk wilayah Bone Bolango, terdapat enam anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang berasal dari daerah pemilihan tersebut.

Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan terkait bantuan kepada anggota DPRD sesuai daerah pemilihan masing-masing.

“Untuk Bone Bolango kami ada enam orang. Silakan disampaikan, nanti enam orang anggota DPRD ini yang akan menyampaikan di DPRD, kemudian langsung ke Dinas Pangan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Kabila diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

Di sisi lain, bantuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah dan DPRD terhadap penurunan produksi pertanian sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *