Thomas Mopili: Gelar Pulanga untuk Bupati Sofyan Puhi Bukan Sekadar Penghormatan

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bukan sekadar seremoni penghormatan.

Gelar tersebut juga memuat pesan moral agar penerimanya menjaga amanah dan menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam mengambil keputusan.

Pernyataan itu disampaikan Thomas saat menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat Gorontalo kepada Sofyan Puhi di Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Sabtu (17/10/2026).

Dalam prosesi tersebut, Sofyan Puhi menerima gelar adat “Tauwa Lo Ahuwa” sebagai bentuk penghormatan dalam tradisi masyarakat Gorontalo.

Thomas, yang akrab disapa Thomas, mengatakan tradisi Pulanga merupakan warisan pemikiran para tokoh adat terdahulu. Penganugerahan itu tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas karya dan pengabdian seseorang, tetapi juga pengingat agar penerima gelar tetap menjaga perilaku serta tanggung jawabnya.

Baca Juga :  Erwin Ismail Dorong KUA PPAS 2027 Fokus Hasil, Peternakan Harus Jadi Penggerak Ekonomi

“Acara Pulanga ini adalah sesuatu yang telah dipikirkan dan dirancang oleh para tokoh-tokoh sebelum kita lahir. Pertama, sebagai penghargaan atau penghormatan kepada seseorang atas karya-karyanya. Kedua, untuk membentengi agar beliau tetap terjaga setelah menerima Pulanga,” ungkap Thomas.

Menurut dia, nilai utama Pulanga terletak pada pesan yang harus diterapkan penerimanya dalam menjalankan tugas. Gelar adat tersebut diharapkan menjadi landasan moral bagi kepala daerah ketika merumuskan kebijakan yang berdampak terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Pra Orientasi PPPK Sekretariat DPRD Gorontalo Ditutup, ASN Baru Didorong Jadi Aparatur Profesional

“Jadi, kita bangun jiwanya dengan pemberian Pulanga ini agar setiap kali beliau mengambil suatu keputusan atau kebijakan, semuanya harus berpatokan dan berpedoman pada Pulanga hari ini,” tegasnya.

Thomas mengingatkan, penghargaan adat tidak semestinya dipandang hanya sebagai simbol kehormatan. Sebaliknya, gelar tersebut membawa tanggung jawab untuk menjaga keteladanan, menjalankan amanah, serta menghormati nilai-nilai yang diwariskan leluhur.

Ia juga menilai pemahaman masyarakat terhadap makna Pulanga penting agar tradisi tersebut tidak kehilangan nilai substantifnya di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Hardiknas 2026 di Gorontalo, DPRD Provinsi Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan

“Pulanga ini adalah sebuah pesan adat yang sungguh sangat luar biasa. Semoga masyarakat memahami betul arti dari pemberian penghargaan Pulanga ini,” ujarnya.

Thomas menyatakan mendukung pelestarian tradisi Pulanga sebagai bagian dari identitas budaya Gorontalo. Ia berharap nilai penghormatan, tanggung jawab, dan amanah yang terkandung di dalamnya terus diterapkan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Penganugerahan gelar adat kepada Sofyan Puhi pun diharapkan tidak berhenti pada kebanggaan penerima, tetapi menjadi pengingat untuk menjaga nilai-nilai adat dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat dan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *