Transaksi Digital Tembus 18,09 Miliar pada Kuartal III 2026, QRIS Tumbuh 75,80 Persen

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi pada kuartal III 2026, meningkat 39,24 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh semakin luasnya penggunaan pembayaran digital serta terjaganya kelancaran sistem dan infrastruktur pembayaran.

Sejumlah kanal pembayaran mencatat pertumbuhan positif. Transaksi melalui internet payments tumbuh 14,26 persen secara tahunan, sedangkan mobile payments meningkat 45,55 persen.

Di tengah tren tersebut, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Volume transaksi QRIS tumbuh 75,80 persen secara tahunan.

Baca Juga :  UK dan Empat Negara G7 Siap Akui Kedaulatan Palestina, Ini Syaratnya

“Didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant masing-masing menjadi sebesar 70,6 juta dan 49,4 juta,” ujarnya.

Peningkatan jumlah pengguna dan pedagang yang menerima pembayaran digital tersebut turut memperluas pemanfaatan transaksi nontunai di berbagai sektor ekonomi.

Transaksi BI-FAST Tumbuh 31,78 Persen

Dari sisi infrastruktur pembayaran ritel, BI mencatat volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 1.631 juta transaksi atau sekitar 1,63 miliar transaksi pada kuartal III 2026.

Baca Juga :  Rupiah Melemah di Tengah Spekulasi Dolar, Ekonom Soroti Krisis Kepercayaan Pasar

Jumlah tersebut tumbuh 31,78 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp4.049 triliun, meningkat 33,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berbeda dengan BI-FAST, nilai transaksi melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) tercatat sebesar Rp53.817 triliun atau mengalami kontraksi 4,62 persen secara tahunan.

Meski nilai transaksinya menurun, volume transaksi BI-RTGS justru meningkat 1,31 persen secara tahunan menjadi 2,79 juta transaksi.

Uang Kartal yang Beredar Tumbuh 11,77 Persen

Selain menjaga kelancaran transaksi digital, Bank Indonesia juga memastikan ketersediaan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Airlangga: WFH ASN Mulai Berlaku Setelah Lebaran

Destry menyampaikan, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,77 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1.341 triliun.

“Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” ungkapnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BI menjaga kelancaran sistem pembayaran, baik melalui kanal digital maupun uang tunai, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi di berbagai wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *