TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) kembali mencetak lulusan baru dengan mewisuda 337 mahasiswa Program Sarjana, Profesi, dan Magister pada Resepsi Milad ke-18 dan Wisuda ke-23 yang digelar di Aula David Bobihoe Kampus UMGO, Selasa (14/7/2026).
Momentum wisuda tersebut tidak hanya menjadi penanda keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan UMGO dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus berbenah menuju kampus unggul di tingkat nasional.
Rektor UMGO, Prof. Dr. H. Abdul Kadim Masaong, M.Pd., mengatakan kampus yang dipimpinnya kini memasuki fase kedua Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2045 bertajuk “Excellent and Leading University 2026–2030”. Tahapan tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan target Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul pada 2027.
“UMGO bukan hanya mempercantik dirinya, tetapi juga terus mematangkan arah pengembangan dan kebijakan sesuai visi Persyarikatan Muhammadiyah. Kami sedang menapaki fase Excellent and Leading University sebagai pijakan menuju perguruan tinggi unggul,” ujar Abdul Kadim.
Ia menjelaskan, saat ini UMGO telah mengantongi akreditasi institusi Baik Sekali, dengan satu program studi berakreditasi Unggul, 12 program studi berstatus Baik Sekali, serta sejumlah program studi lainnya yang tengah dipersiapkan untuk meraih predikat unggul melalui proses reakreditasi.
Memasuki usia ke-18 tahun, UMGO juga terus menunjukkan perkembangan dari sisi kelembagaan. Kini kampus tersebut memiliki 35 program studi, tujuh fakultas, dan satu program pascasarjana yang meliputi Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Sains dan Ilmu Komputer, Fakultas Psikologi, Fakultas Agama Islam, Fakultas Kedokteran, serta Program Pascasarjana.
Selain pengembangan akademik, peningkatan infrastruktur juga menjadi perhatian. Sejak 2020 hingga 2026, nilai aset UMGO meningkat dari Rp42,67 miliar menjadi Rp107,81 miliar, atau tumbuh sekitar 152,63 persen.
Peningkatan tersebut didukung pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran, laboratorium modern, hingga penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi.
Salah satu fasilitas unggulan yang kini dimiliki UMGO adalah Digital Anatomy Table, perangkat anatomi berbasis teknologi tiga dimensi yang memungkinkan mahasiswa kedokteran mempelajari struktur tubuh manusia secara digital tanpa menggunakan spesimen jenazah.
Di bidang sumber daya manusia, UMGO saat ini memiliki 257 dosen dan 104 tenaga kependidikan. Sebanyak 54 dosen telah bergelar doktor, sementara 53 dosen lainnya masih menempuh pendidikan doktor. Kampus tersebut menargetkan jumlah dosen bergelar doktor mencapai lebih dari 100 orang pada 2028.
Menurut Abdul Kadim, pembangunan kampus tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa melalui Program Berasrama yang menjadi ciri khas UMGO.
“Tagline UMGO adalah Kuliah di UMGO Imannya Kuat, Ilmunya Tinggi, Akhlaknya Baik, dan Soft Skill-nya Hebat. Program berasrama menjadi instrumen penting untuk mewujudkan karakter lulusan seperti itu,” katanya.
Program yang mulai diterapkan sejak 2021 tersebut dinilai mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperkuat keimanan, membangun budaya belajar yang baik, serta menanamkan sikap mandiri kepada mahasiswa.
Di sisi lain, UMGO juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di dalam maupun luar negeri. Hingga 2026, kampus tersebut telah memiliki 281 Memorandum of Understanding (MoU), 109 Memorandum of Agreement (MoA), dan 58 Implementation Agreement (IA) yang masih aktif.
Untuk memperkuat kemandirian institusi, UMGO mengembangkan berbagai unit usaha melalui konsep Income Generating Activity (IGA), seperti pengelolaan asrama, UMGO Mart, air minum dalam kemasan, food court, layanan CBT, klinik, hingga pemanfaatan hasil riset dan pengabdian masyarakat.
Menutup sambutannya, Abdul Kadim mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengajak mereka menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Masyarakat telah menunggu karya dan pengabdian saudara-saudara. Jadilah generasi yang memberikan manfaat bagi sesama, memiliki pendirian yang kuat, serta mampu menjadi cahaya dan teladan di tengah masyarakat. UMGO berkomitmen melahirkan generasi unggul dan berkemajuan, bukan generasi yang mudah menyerah atau hanya mencari zona nyaman,” pungkasnya.






