Usulan Belum Dijawab, Fikram Salilama Tekan Pemerintah Provinsi Segera Bangun SMA Hulonthalangi

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, kembali menyoroti usulan pembangunan SMA Hulonthalangi yang hingga kini belum memperoleh tindak lanjut. Fikram menegaskan bahwa kebutuhan tersebut telah ia sampaikan sejak Paripurna HUT ke-24 Provinsi Gorontalo pada 2024. Hal itu ia sampaikan kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa warga di sejumlah kelurahan seperti Tanjung Keramat, Pohe, Tenda, dan Siendeng masih menghadapi hambatan untuk mengakses sekolah menengah atas terdekat. Minimnya sarana transportasi disebut menjadi faktor utama yang menyulitkan masyarakat.

Baca Juga :  Harga Emas Tak Bergerak, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Situasi tersebut, lanjutnya, semakin terasa saat memasuki tahun ajaran baru ketika kebijakan zonasi diterapkan. Kondisi ini membuat siswa hanya dapat mendaftar di sekolah dalam area domisili masing-masing.

“Pada paripurna tahun lalu kami sudah usulkan pembangunan SMA Hulonthalangi. Masyarakat di Tanjung Keramat itu kesulitan akses kendaraan seperti bentor, taksi, dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Karawo, BI Gorontalo Dorong Tenun Gorontalo Jadi Identitas Wastra Baru

Ia menilai niat baik pemerataan melalui sistem zonasi belum berjalan maksimal, sebab masih banyak anak di wilayah tersebut yang tidak dapat mengakses SMA terdekat akibat keterbatasan akses transportasi.

“Dengan sistem zonasi, harusnya mereka mendaftar di sekolah terdekat. Tapi justru anak-anak contohnya dari Tanjung Keramat kesulitan masuk ke SMA yang dekat dengan wilayah mereka,” tambahnya.

Baca Juga :  Ruang Paripurna DPRD Gorontalo Diubah Jadi Galeri Pertanian untuk HUT ke-25

Fikram menyebut bahwa perjuangan untuk menghadirkan sekolah baru itu sudah berlangsung lama. Namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Ia memastikan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan SMA Hulonthalangi. Menurutnya, sektor pendidikan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan.

“Insyaallah kami akan bicarakan lagi dan tentu akan akan diperjuangkan agar mendapat solusi terbaik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *