Viral Temuan Belatung pada MBG, Ibu dan Anak di Bone Bolango Trauma, Femmy Udoki Datangi Rumah Korban

Tabayyun.co.id, BONE BOLANGO, Hibata.id – Polemik temuan belatung pada lauk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di o.idKecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berbuntut panjang.

Seorang ibu bersama anaknya disebut mengalami tekanan psikologis hingga memilih menutup diri selama sepekan terakhir.

Peristiwa itu bermula saat sang anak membawa pulang lauk ayam dari program MBG. Namun beberapa jam kemudian, keluarga menemukan adanya belatung putih pada makanan tersebut.

Temuan itu kemudian menyebar luas dan menjadi sorotan publik. Setelah kejadian tersebut, keluarga penerima manfaat disebut menghadapi situasi yang tidak nyaman.

Baca Juga :  Max Kritik Aplikasi Lapor DPRD : Lapor Langsung Sering Diabaikan “Apalagi Bo Online”

Sang ibu bahkan sempat muncul dalam video klarifikasi dengan membacakan pernyataan di hadapan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tihu dan aparat desa.

Kondisi keluarga itu turut mendapat perhatian Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki. Ia mendatangi langsung rumah keluarga penerima manfaat tersebut.

“Sudah seminggu Jamila tidak mau keluar rumah, anaknya pun tidak sekolah. Alasannya masih takut ada yang marah lagi,” tulis Femmy melalui media sosialnya.

Baca Juga :  Belatung di Menu MBG, Kenapa Warga yang Malah Minta Maaf?

Menurut Femmy, kehadirannya bertujuan memberi dukungan moral kepada keluarga yang sedang menghadapi tekanan sosial.

“Saya hadir untuk memberi semangat, bukan menghakimi. Beberapa hari terakhir suasana mereka dipenuhi rasa takut,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari sisi administrasi program semata, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikologis warga yang terdampak.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, menyatakan pihaknya belum menemukan adanya tekanan terhadap keluarga penerima manfaat.

Baca Juga :  Aldi Andalan Uloli: Dinamika Coffee Strategis dan Nyaman, Cocok untuk Nongkrong dan Bertukar Ide

Ia juga menegaskan akan melakukan penelusuran lanjutan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam penanganan kasus tersebut.

Di sisi lain, praktisi hukum Gorontalo, Muhamad Saleh Gasin, meminta semua pihak mengedepankan perlindungan warga dalam setiap proses klarifikasi.

Kasus ini kini tidak hanya menyoroti kualitas makanan dalam program MBG, tetapi juga cara penanganan persoalan yang muncul di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed