Wakil Rektor Bilang Tak Wajib, BEM UNG Pilih Bungkam soal Pakaian dan Makanan PKKMB

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Polemik Moana Packs dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) 2026 belum menemukan titik terang.

Sorotan kini mengarah kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNG yang disebut terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut.

Moana Packs merupakan paket makanan dan minuman yang disebut ditawarkan kepada mahasiswa baru dengan harga Rp43.000.

Informasi yang beredar menyebutkan mahasiswa baru diminta membawa paket tersebut dalam salah satu rangkaian PKKMB.

Namun, di sisi lain, Wakil Rektor UNG menegaskan tidak ada kewajiban bagi mahasiswa baru untuk membeli kebutuhan tertentu.

Perbedaan antara informasi yang beredar di lapangan dengan penjelasan pihak kampus inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan.

Terutama mengenai siapa yang menentukan Moana Packs, bagaimana harga Rp43.000 ditetapkan,kemudian siapa penyedia atribut dengan harga Rp120.000, dan apakah pembelian benar-benar bersifat sukarela.

BEM UNG Belum Beri Penjelasan

Redaksi Tabayyun.co.id telah berupaya meminta klarifikasi kepada Presiden BEM UNG Azka Mahardika Al-Ghazali.

Klarifikasi tersebut diperlukan untuk mengetahui posisi BEM UNG dalam penyediaan pakaian dan makanan sekaligus memastikan mekanisme pengadaan paket tersebut.

Baca Juga :  Ratusan Warga Meriahkan Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi di Kota Barat

Sebelumnya, redaksi telah berkomunikasi dengan Azka untuk meminta penjelasan sebagai pimpinan BEM UNG.

Azka menyampaikan dirinya masih mengikuti gladi untuk persiapan kegiatan PKKMB.

“Saya masih gladi ini,” pesannya.

“D rektorat”tambahnya dengan singkat.

Redaksi kemudian menunggu pertemuan yang sebelumnya telah disepakati di depan gerbang UNG.

Namun, hingga sekitar satu jam menunggu, Azka tidak kunjung tiba di lokasi.

Hingga berita ini ditulis, BEM UNG belum memberikan penjelasan substantif mengenai Moana Packs, termasuk mekanisme pengadaan, pihak penyedia maupun dasar penetapan harga paket tersebut.

Sikap tersebut membuat pertanyaan mengenai transparansi penyediaan kebutuhan mahasiswa baru belum mendapatkan jawaban dari pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan.

Wakil Rektor: Tidak Ada Kewajiban Membeli

Di tengah belum adanya penjelasan dari BEM UNG, Wakil Rektor UNG Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E memberikan penegasan mengenai aturan pelaksanaan PKKMB.

Ia mengatakan mahasiswa baru pada prinsipnya tidak diwajibkan membeli atribut maupun kebutuhan tertentu.

“Jadi, sebenarnya sifatnya dilarang. Tapi, kalau ada yang menjual maka tidak ada dalam bentuk paksaan,” ujar Muhammad Amir saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga : 

Menurutnya, pelaksanaan PKKMB melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan BEM UNG.

“PKKMB berlangsung di fakultas dan jurusan selama dua hari dan panitianya adalah dosen, mahasiswa pengurus BEM,” katanya.

Saat ditanya mengenai informasi penjualan atribut maupun makanan dalam kegiatan PKKMB, Muhammad Amir mengaku akan melakukan pengecekan.

“Saya belum cek. Nanti saya cek dari mahasiswa mana, fakultas apa,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan tidak ada ketentuan yang mengharuskan mahasiswa baru membeli kebutuhan tertentu.

“Pada prinsipnya tidak ada kewajiban yang mengharuskan mahasiswa baru membeli,” tegasnya.

Persoalan Moana Packs dinilai tidak berhenti pada nominal Rp43.000.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sebuah paket konsumsi bisa muncul dalam rangkaian PKKMB dan bagaimana mahasiswa baru memperoleh informasi mengenai paket tersebut.

Moana Packs disebut berisi tiga jenis makanan ringan dan satu botol air mineral.

Informasi mengenai komposisi paket tersebut disebut disampaikan melalui riddle atau teka-teki.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan karena mahasiswa baru membutuhkan informasi yang jelas apabila memang diberi pilihan untuk membeli atau menyiapkan konsumsi secara mandiri.

Baca Juga :  Menikah Bertahun-tahun Tak Selalu Mulus, Berikut Perubahan Normal yang Kerap Disalahartikan Jadi Tanda Perceraian

Apalagi, mahasiswa baru disebut masih diperbolehkan membawa bekal sendiri.

Di lingkungan kegiatan juga terdapat pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan berjualan melalui mekanisme penyewaan lahan.

Karena itu, transparansi menjadi penting untuk memastikan tidak terdapat kesalahpahaman mengenai kewajiban pembelian maupun pihak yang memperoleh manfaat dari transaksi tersebut.

Klarifikasi BEM Masih Dinantikan

BEM UNG diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai posisi organisasi dalam persoalan Moana Packs.

Beberapa hal yang perlu dijelaskan antara lain pihak yang menentukan paket, dasar penetapan harga, penyedia makanan, mekanisme pengadaan, serta pengelolaan dana apabila terdapat transaksi.

Klarifikasi juga penting untuk memastikan apakah Moana Packs merupakan kebutuhan yang ditetapkan panitia atau sekadar pilihan konsumsi bagi mahasiswa baru.

Dengan adanya penjelasan dari BEM UNG, publik dapat memperoleh informasi yang lebih utuh dan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang bagi BEM UNG, khususnya Presiden BEM UNG Azka Mahardika Al-Ghazali, untuk memberikan klarifikasi mengenai persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *