Warga Molosipat W Desak Evaluasi Balai Sungai saat Reses dr Darsianti Tuna

Tabayyun.co.id, GORONTALO,— Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, dr. Darsianti Tuna, menggelar Reses Masa Sidang Kedua Tahun 2025–2026 di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait persoalan banjir.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyoroti kinerja Balai Sungai Gorontalo yang dinilai perlu dievaluasi. Warga mempertanyakan peran DPRD Provinsi dalam mendorong penanganan banjir, khususnya di wilayah Molosipat W yang kerap terdampak genangan.

Baca Juga :  dr. Sri Darsianti Dorong Perbaikan Komunikasi dan Layanan Kesehatan di Gorontalo

Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat bobolnya tanggul sungai dan tingginya curah hujan. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan peralatan rumah tangga serta melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, terutama pelaku UMKM.

Selain Molosipat W, banjir juga berdampak pada beberapa kelurahan lain di Kota Gorontalo. Di antaranya Kelurahan Bugis, Ipilo, dan Padebuolo. Warga menilai lemahnya pengawasan terhadap bantaran sungai turut memperparah kondisi aliran air.

Baca Juga :  Timsel KPID Gorontalo Buka Pendaftaran Calon Komisioner 2026–2029, Tekankan Transparansi dan Integritas

Dalam forum reses tersebut, masyarakat mendorong DPRD Provinsi untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sungai. Mereka juga meminta adanya koordinasi lintas instansi agar persoalan banjir dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Tak hanya persoalan banjir, warga juga menyampaikan aspirasi terkait dukungan terhadap UMKM yang terdampak serta bantuan bagi kelompok pengajian dan tadarus di wilayah tersebut. Masyarakat berharap seluruh masukan itu dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program pemerintah daerah.

Baca Juga :  BK DPRD Gorontalo Panggil Wahyudin Moridu Usai Video Kontroversial Viral

Reses ini menjadi momentum penting bagi DPRD Provinsi Gorontalo untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat sekaligus merumuskan langkah strategis dalam penanganan banjir dan penguatan ekonomi warga di wilayah rawan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *