WNA Hadir di VVIP HUT RI, HIPMI Bone Bolango: Mereka Calon Investor Non-APBD

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO — Kehadiran sejumlah warga negara asing (WNA) di area VVIP saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bone Bolango, Senin (17/8/2026), mendapat penjelasan dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bone Bolango, Zulkifli Ibrahim.

Zulkifli mengatakan, para WNA tersebut merupakan delegasi calon investor yang tengah menjajaki sejumlah proyek strategis di Bone Bolango. Menurut dia, rencana investasi itu mencakup delapan sektor dan ditargetkan berjalan tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Ia menyebut kehadiran para calon investor dalam agenda upacara berkaitan dengan pembahasan kerja sama bisnis atau Business to Business (B2B) yang sedang berlangsung di daerah tersebut.

Baca Juga :  Kades Toto Utara Dinonaktifkan, Warganet  Ramai Pertanyakan Bupati Ismet “Mana Sapi”

“Mereka bukan tamu biasa tanpa kapasitas. Saat ini sedang dibahas rencana investasi besar yang mencakup penyediaan motor listrik, pemasangan videotron di seluruh kecamatan, pengadaan drone pertanian, pembangunan pabrik pakan, pengembangan hidroponik, pabrik briket, fasilitas cold storage perikanan, hingga pembangunan tower internet gratis dengan radius 5-10 kilometer di beberapa titik,” ungkap Zulkifli, Senin (17/8).

Menurut Zulkifli, penempatan delegasi investor di area VVIP merupakan bagian dari penghormatan terhadap mitra strategis serta menyesuaikan dengan tata keprotokolan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proyek yang direncanakan menggunakan pembiayaan swasta. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan mengalokasikan APBD untuk membiayai investasi tersebut.

Baca Juga :  PT Gorontalo Minerals Gelar Ramadhan Untuk Negeri, Anak Yatim Bone Raya Terima Santunan

“Pemerintah memberikan syarat tegas, tidak ada uang negara yang digunakan dalam proyek ini. Seluruh investasi diarahkan masuk dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tujuannya agar BUMD Bone Bolango bisa sehat dan profit,” tegasnya.

Zulkifli menjelaskan, pengelolaan investasi melalui BUMD diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi hingga tingkat desa.

Rencana tersebut nantinya akan disinergikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan begitu, BUMDes di Bone Bolango diharapkan dapat mengambil bagian dalam rantai kegiatan ekonomi yang muncul dari proyek-proyek tersebut.

Baca Juga :  Ismet Mile Genjot Kinerja OPD, Penyerapan Anggaran dan PAD Jadi Prioritas

Skema itu, menurut Zulkifli, juga berpotensi memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah daerah yang membutuhkan produk maupun fasilitas dari delapan sektor investasi tersebut nantinya diarahkan melakukan transaksi melalui BUMD.

“Nanti, apabila Pemda berminat atau membutuhkan produk dan fasilitas dari delapan sektor tersebut, pembelian wajib dilakukan melalui pintu BUMD. Selain Pemda mendapat harga yang ekonomis, perputaran uang tetap berada di daerah dan PAD dipastikan masuk melalui BUMD,” pungkas Zulkifli.

Klarifikasi tersebut disampaikan Zulkifli di tengah perhatian publik terhadap keberadaan WNA di area VVIP pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bone Bolango.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *