TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Sebanyak 25 peserta memastikan tempat di babak Grand Final Gorontalo Bercerita 2026, salah satu rangkaian side event Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026).
Para finalis tersebut akan kembali beradu kreativitas pada 13 September 2026 dalam Grand Final yang digelar sebagai bagian dari rangkaian GKK 2026.
Gorontalo Bercerita diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo dengan menghadirkan sejumlah kategori perlombaan.
Kategori tersebut meliputi puisi, storytelling, desain motif Karawo digital, serta fotografi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dari kategori puisi, terdapat 10 peserta yang berhasil melangkah ke babak final. Mereka yakni Muhammad Nabil Podungge, Alfiyah Syafarina Karim, Veddira Syahbani Mokambu, Fathiyyah Bidadari Ibrahim, Adhwa Carissa Mohungo, Isabel Muda, Ailyn Latisha Nathania Bulain, Zahra Khumairah Bulan, Zahwa Arsyiffa Mohungo, dan Adheira Azzahra Irfan.
Sementara pada kategori bercerita atau storytelling, lima peserta memastikan tiket menuju Grand Final. Mereka adalah Chrissa Victoria Ingkiriwang, Putri Safrani, Nayyara Ayda Chairiyah Muhtar Nuna, Faylicia Theona Wullur, dan Aurel Rinatha Putri Pasiali.
Adapun kategori desain motif Karawo digital diikuti 10 finalis, yakni Abdul Azis Ahmad, Anisa Fatah W., Febriyanti H. Kubuhi, Meysinta Yasin, Moerdiono Iyabu, Mustafa, Nur Alya Putri, Ridan Deka, Rizal Abdul, dan Siti Magfira.
Selain tiga kategori yang dipertandingkan melalui Grand Final, Gorontalo Bercerita juga menghadirkan kompetisi foto pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk kategori fotografi, peserta tidak mengikuti babak Grand Final. Karya terbaik akan diumumkan pada 13 September 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Grand Final tiga kategori lainnya.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta maupun panitia yang telah menyukseskan rangkaian seleksi Gorontalo Bercerita.
Menurut Sultan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menuangkan ide dan kreativitas.
“Melalui Gorontalo Bercerita, kita memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkarya dan mengekspresikan potensi yang dimiliki. Baik melalui puisi, cerita, desain Karawo maupun fotografi pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sultan.
Ia menilai keberagaman kategori dalam Gorontalo Bercerita dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Gorontalo.
Karya peserta, kata dia, diharapkan mampu membantu memperluas promosi budaya Karawo, destinasi wisata, serta sektor ekonomi kreatif Gorontalo melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat.
Gorontalo Bercerita merupakan bagian dari Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026. Event tersebut masuk dalam rangkaian Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
GKK 2026 menjadi salah satu dari 115 event yang masuk dalam kalender KEN 2026 sebagai bagian dari agenda penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.







