Tak Ada Ruang bagi LGBT di UMGO, Rektor: “Kalau Ada Langsung Saya Pecat”

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, M.Pd, menegaskan sikap kampus terhadap isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di lingkungan perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Kadim usai menghadiri Resepsi Milad ke-18 UMGO yang dirangkaikan dengan Wisuda ke-23 di Kampus UMGO, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, hingga saat ini pihak universitas belum pernah menerima data maupun laporan yang dapat membuktikan adanya praktik LGBT di lingkungan kampus.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa Hadiri Penutupan Bukber KKSS, Sebut Kekerabatan Warga Sulsel di Gorontalo Sangat Kuat

“Pernah ada yang menyebut begitu (ada LGBT di lingkungan kampus). Tapi saya minta datanya (laporan), (tapi) tidak pernah ada. Berarti tidak ada,” ujar Prof. Kadim.

Ia mengatakan, UMGO menjalankan proses pembinaan mahasiswa berdasarkan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Prof. Kadim juga menyampaikan pandangannya mengenai relasi antarmanusia yang menurutnya harus sesuai dengan ajaran Islam dan nilai yang dianut Muhammadiyah.

“Saya mau buat statement di sini, bahwa Muhammadiyah itu hanya mengenal laki-laki dan perempuan. Kemudian pergaulannya ya sebagai pasangan, ya perempuan menyenangi laki-laki dan sebaliknya. Kalau sesama jenis ya itu bukan karakternya sebagai orang Indonesia, orang Islam,” tegasnya.

Baca Juga :  TGR Bukan Penghapus Dosa : DPRD Gorontalo Disorot Soal Dugaan Korupsi Tunjangan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak kampus akan mengambil tindakan terhadap warga kampus yang dinilai melanggar aturan dan nilai-nilai yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

“Kalau ada di sini langsung saya pecat. Kalau saya dapat LGBT, jika tidak bisa dibina, dibinasakan (dipecat),” katanya.

Baca Juga :  Ulang Tahun Bernilai Promosi, Rakhmatiyah Deu Kenalkan Potensi Pentadio Resort

Menurut Prof. Kadim, sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen UMGO dalam menjaga lingkungan akademik yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, budaya, serta aturan internal kampus.

Ia menambahkan, komitmen tersebut juga tercermin dalam tagline UMGO, yakni “Kuliah di UMGO Imannya Kuat, Ilmunya Tinggi, Akhlaknya Baik.”

Prof. Kadim menegaskan, hingga kini UMGO terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dengan berpedoman pada nilai-nilai keislaman, pembinaan karakter, serta ketentuan yang berlaku di lingkungan universitas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *