Tak Ada Ruang bagi LGBT di UMGO, Rektor: “Kalau Ada Langsung Saya Pecat”

Tabayyun.co.id, GORONTALO – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., kembali menegaskan sikap kampus terhadap isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menurutnya, UMGO berkomitmen menjaga nilai-nilai Islam dan karakter bangsa yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan di lingkungan kampus.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Kadim saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri peringatan Milad ke-18 Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang dirangkaikan dengan Wisuda Pascasarjana, Profesi, dan Sarjana Tahun 2026 di Gedung Indoor UMGO, Selasa (14/07/2026).

Menanggapi isu yang belakangan beredar mengenai dugaan maraknya LGBT di lingkungan perguruan tinggi, Prof. Kadim menegaskan hingga saat ini pihak rektorat belum pernah menerima bukti ataupun data yang dapat membenarkan informasi tersebut.

Baca Juga :  Ratusan Jamaah Perempuan Apresiasi, Masjid Baitul Ar-Rasyid Gelar Kajian Al Kautsar Ramadhan bersama Ustadzah Angelina Sondakh

Karena itu, ia meminta siapa pun yang menyampaikan tudingan agar dapat menunjukkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Selama ini karena kita dengan program itu, belum pernah ada ya. Ada yang selalu menyebut begitu, tapi saya minta bawa data kemari ke kampus, ke rektor, tidak pernah ada data, berarti tidak ada,” tegas Prof. Kadim.

Ia menambahkan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo memiliki prinsip yang jelas dalam menjalankan aktivitas akademik maupun pembinaan sivitas akademika. Menurutnya, nilai-nilai Islam Muhammadiyah menjadi pedoman yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kampus.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa Hadiri Penutupan Bukber KKSS, Sebut Kekerabatan Warga Sulsel di Gorontalo Sangat Kuat

Prof. Kadim juga menyampaikan pandangannya mengenai konsep relasi antarmanusia berdasarkan perspektif yang dianut Muhammadiyah.

“Mohon maaf saya membuat statement di sini, ya, bahwa Muhammadiyah itu cuma mengenal manusia laki dan wanita. Jadi kemudian pergaulannya, ya, sebagai pasangan, ya, wanita menyenangi laki-laki, dan laki-laki menyenangi wanita. Kalau sesama jenis, itu bukan karakternya sebagai orang Indonesia, orang Islam,” lanjutnya.

Menurut Prof. Kadim, sikap tersebut sejalan dengan pandangan Muhammadiyah yang menjadikan ajaran Islam sebagai dasar dalam membangun karakter peserta didik.

Ia menyebut kampus akan terus menjaga lingkungan akademik agar tetap selaras dengan nilai-nilai yang menjadi identitas Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Baca Juga :  Masjid Baitul Ar-Rasyid Hidupkan Kegiatan Keagamaan, Tak Pernah Minta Sumbangan dari Warga

Ia juga mengungkapkan bahwa pandangan tersebut diperkuat oleh pernyataan salah satu pimpinan Pengurus Pusat Muhammadiyah yang hadir pada kegiatan Milad ke-18 UMGO. Dalam kesempatan itu, isu LGBT disebut sebagai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama sesuai dengan pandangan organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Kadim menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran yang terbukti terjadi di lingkungan kampus, pihak universitas akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMGO dalam menjaga lingkungan akademik yang sesuai dengan visi dan nilai-nilai institusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *