Adhan Dambea Minta Orang Tua Tidak Gunakan ‘Ordal’ saat SPMB, Sebut Bisa Memicu Mental Koruptif

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO, – Wali Kota Adhan Dambea mengingatkan para orang tua agar tidak menggunakan jalur orang dalam atau yang dikenal dengan istilah “ordal” dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di Kota Gorontalo.

Pesan tersebut disampaikan Adhan saat membuka pelaksanaan SPMB tingkat Kota Gorontalo. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa harus berjalan sesuai aturan yang berlaku tanpa intervensi pihak tertentu demi mendapatkan sekolah yang dianggap unggulan.

Baca Juga :  Gaji ke-13 PNS dan PPPK Penuh Waktu di Kota Gorontalo Segera Cair

Menurut Adhan, penggunaan cara-cara yang tidak sesuai prosedur demi meloloskan anak ke sekolah tertentu dapat memberikan dampak buruk terhadap pembentukan karakter peserta didik.

“Karena dari situ mereka jadi calon-calon koruptor,” tegas wali kota dua periode itu.

Ia menilai, praktik semacam itu secara tidak langsung mengajarkan anak untuk memperoleh sesuatu melalui jalur yang tidak semestinya. Apalagi jika proses tersebut diketahui oleh anak yang bersangkutan.

Baca Juga :  Aspirasi Warga Leato Utara Jadi Perhatian Hamzah Muslimin di Masa Reses

Karena itu, Adhan meminta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo untuk meningkatkan pengawasan dan ketelitian selama proses penerimaan murid baru berlangsung, meskipun sistem penerimaan telah berbasis mekanisme yang telah dirancang pemerintah.

Selain itu, ia juga meminta para camat dan lurah ikut menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya mengikuti seluruh tahapan SPMB sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Golkar Kota Gorontalo Buka Tahun 2026 dengan Pasar Murah Bersubsidi bagi Warga

Menurut Adhan, masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa seluruh sekolah memiliki kualitas yang sama dan tidak perlu memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu dengan cara yang tidak benar.

“Saya juga minta camat dan lurah menyampaikan kepada masyarakat terkait persoalan ini. Sampaikan ke mereka, tidak ada yang namanya sekolah unggulan. Semuanya sama,” kunci Wali Kota Adhan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *