Astaga! Baru Terpilih, Papip Celebes Sudah Tak Diakui Pemuda Kota Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Polemik terkait kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Gorontalo periode 2026–2031 mulai mencuat.

Sejumlah pemuda di Kota Gorontalo mempertanyakan proses terpilihnya Andi Rahmatillah, yang akrab disapa Papip Celebes, sebagai Ketua Umum Kadin Kota Gorontalo untuk masa bakti 2026–2031.

Mereka menilai proses musyawarah dan tahapan pemilihan organisasi tersebut semestinya dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap dunia usaha di Kota Gorontalo.

Hal itu disampaikan Rivaldy Iriawan Eka Putra Bau kepada redaksi Tabayyun.co.id, Minggu (13/9/2026).

Menurut Rivaldy, Kadin sebagai organisasi yang menaungi dunia usaha memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, proses pergantian kepemimpinan maupun pemilihan ketua harus dilakukan melalui mekanisme organisasi yang jelas dan dapat diketahui para pemangku kepentingan.

Ia menilai, sebelum menetapkan seorang ketua, Kadin Kota Gorontalo perlu melakukan sosialisasi serta menjalankan seluruh tahapan musyawarah sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Totok Bachtiar: Tahun 2026 Rp40 Miliar Disiapkan untuk Atasi Banjir Kota Gorontalo

“Apalagi menyangkut organisasi usaha. Tentunya, ada kemudian gagasan yang harus disampaikan oleh para calon kadin kota Gorontalo,” ungkap Aldi.

Rivaldy Iriawan Eka Putra Bau

Menurutnya, forum musyawarah bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang bagi para calon untuk menyampaikan gagasan dan visi dalam membangun dunia usaha di Kota Gorontalo.

Ia mengatakan, keberadaan Kadin Kota Gorontalo seharusnya dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai persoalan ada.

“Ini menyangkut usaha yang ada di kota Gorontalo khusunya ada aspirasi yang akan disampaikan oleh pelaku UMKM,” ujarnnya.

Rivaldy juga menyoroti persoalan komunikasi antara Kadin Kota Gorontalo dengan Pemerintah Kota Gorontalo dalam proses musyawarah tersebut.

Ia mengaku mendapatkan informasi bahwa pelaksanaan musyawarah Kadin Kota Gorontalo tidak terlebih dahulu disampaikan kepada Pemerintah Kota Gorontalo.

Padahal, menurut dia, Kadin memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Hubungan antara organisasi dunia usaha dan pemerintah dinilai penting agar program pengembangan ekonomi dapat berjalan secara sinergis.

Baca Juga :  BPS Kota Gorontalo Tutup HSN 2025 dengan Fun Match Futsal, Jurnalis FC Juara

“Belum lagi, kata Aldi Kadin kota Gorontalo melakukan musyawarah tanpa ada pemberitahuan kepada pemerintah kota,” ujarnnya.

“Setahu Saya, kadin ini organisasi strategis. Yang seharusnya, bisa dikoordinasikan dengan pemerintah kota Gorontalo. Karena pemerintah adalah mitra dari Kadın itu sendiri,” tegasnya.

Persoalan tersebut kemudian menjadi alasan Rivaldy mempertanyakan legitimasi kepemimpinan Papip Celebes sebagai Ketua Umum Kadin Kota Gorontalo periode 2026–2031.

Ia bahkan menyampaikan sikap tegas bahwa dirinya bersama pemuda Kota Gorontalo tidak mengakui Andi Rahmatillah sebagai Ketua Kadin Kota Gorontalo.

” Kami pemuda yang ada di kota Gorontalo, tidak mengakui jika Papip Celebes adalah ketua Kadın,” Tutur Rivaldi.

Rivaldy berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada perdebatan mengenai siapa yang terpilih sebagai ketua.

Menurut dia, yang lebih penting adalah memastikan proses organisasi berjalan transparan, demokratis, serta memberikan ruang yang cukup bagi pelaku usaha untuk menyampaikan aspirasi.

Baca Juga :  Pemkot Gorontalo Perkuat Penertiban Miras, Siapkan Perda LGBT

Ia juga mendorong agar tahapan musyawarah Kadin Kota Gorontalo dapat dijelaskan kepada publik dan para pelaku usaha sehingga tidak menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi kepengurusan yang terbentuk.

Menurutnya, Kadin harus mampu menjadi rumah bersama bagi para pengusaha, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi di Kota Gorontalo.

Rivaldy menegaskan, kepemimpinan Kadin ke depan harus memiliki legitimasi yang kuat, bukan hanya secara internal organisasi, tetapi juga di mata pelaku usaha dan masyarakat.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan mekanisme organisasi dan membuka ruang dialog untuk mencari penyelesaian atas polemik tersebut.

Dengan demikian, Kadin Kota Gorontalo diharapkan dapat kembali fokus menjalankan fungsi strategisnya dalam memperkuat dunia usaha, memperjuangkan aspirasi pelaku UMKM, serta membangun kemitraan dengan Pemerintah Kota Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *