Bahtiar Rifai Beberkan Strategi BRIN Mendorong Hilirisasi Peternakan Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai memetakan kondisi industri peternakan di Gorontalo. Fokus kajian diarahkan pada pengembangan jagung, ayam potong dan sapi pedaging, termasuk potensi hilirisasi yang dinilai dapat memperkuat ekonomi daerah.

Tim peneliti BRIN yang turun ke Gorontalo terdiri dari Bahtiar Rifai, PhD selaku koordinator penelitian, I Gusti Ayu Putu Mahendri, SPt., MSI., PhD, serta Kusnandar, PhD. mendatangi Ketua Asosiasi Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, Rabu,19/08/26.

Pemetaan dilakukan untuk melihat kondisi industri peternakan secara menyeluruh. Aspek yang dikaji mencakup produktivitas, ketersediaan bahan baku, distribusi, kebutuhan pasar, hingga peluang pengembangan industri manufaktur.

Koordinator penelitian BRIN, Bahtiar Rifai, PhD, mengatakan kajian tersebut penting untuk memperoleh gambaran objektif mengenai ekosistem bisnis peternakan sebelum menentukan model kebijakan hilirisasi.

Baca Juga :  Rekomendasi GHM 2025 Terbit Setelah Komunikasi Wagub dengan Wali Kota

“Jadi kami mengidentifikasi potensinya seperti apa, kemudian kendalanya seperti apa dan kira-kira kita merumuskan Strategi yang paling sesuai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Gorontalo seperti apa,” kata Bahtiar.

Menurut dia, penelitian tidak hanya akan berhenti pada pengumpulan data dari pelaku industri. BRIN juga akan menggali informasi dari petani, pengusaha, serta industri yang menjadi pembeli hasil produksi.

“Jadi kita juga akan lihat dari dua sisi, dari sisi hulunya seperti apa, dari sisi hilirnya seperti apa, dan ini yang kemudian nanti akan kita jembatani,” ujarnya.

Pendekatan dari sisi hulu dan hilir dinilai penting karena keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan bahan baku dan kemampuan industri menyerap hasil produksi.

BRIN akan melihat kapasitas produksi petani sekaligus kebutuhan industri. Distribusi dan kepastian pasar juga menjadi bagian dari analisis agar industri yang dikembangkan tidak hanya berjalan pada tahap awal.

Baca Juga :  Sorotan Kadin Pusat Tertuju ke Tiga Figur, Musprov Kali ini Vibes-nya Kayak Pilkada

Bahtiar menegaskan skala ekonomi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan model hilirisasi.

“Karena kalau kita berbicara hilirisasi, kalau dia nggak mencapai skala ekonomi, maka nggak bisa berkelanjutan sustainable gitu ya,” katanya.

Selain skala ekonomi, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Menurut BRIN, pembangunan industri tidak cukup hanya menghasilkan fasilitas pengolahan atau meningkatkan produksi.

Industri harus mampu bertahan dalam jangka panjang sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat di daerah.

“Yang kedua adalah keberlanjutan, jadi bukan hanya sekedar ini terbentuk, tetapi bagaimana ini bisa berlanjut dan memberikan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat Gorontalo,” ujar Bahtiar.

Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga menjadi bagian dari tujuan penelitian. Hilirisasi diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sekaligus memperbesar nilai tambah yang diterima pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  IKAFAH Unisan Gorontalo Periode 2025-2030 Resmi Dilantik, Ketua Ekwan Ahmad Sampaikan Ini
Ketua Pejagindo Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, bersama Bahtiar Rifai, PhD sebagai koordinator penelitian, I Gusti Ayu Putu Mahendri, SPt., MSI., PhD, serta Kusnandar, PhD.

BRIN selanjutnya akan menyusun analisis berdasarkan temuan di lapangan. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan model kebijakan yang sesuai dengan karakteristik ekonomi Gorontalo.

Bahtiar mengatakan model tersebut nantinya diharapkan dapat mempertemukan kepentingan petani, pengusaha, industri, dan pemerintah.

“Jadi artinya Ada efek menetes yang bisa menggerakkan ekonomi Gorontalo secara keseluruhan,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan ayam potong dan sapi pedaging di Gorontalo diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi.

Lebih jauh, BRIN ingin mendorong terbentuknya ekosistem industri yang memiliki kepastian pasokan, pasar yang jelas, nilai tambah yang lebih besar, serta mampu menciptakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *