Jasin Mohammad Urungkan Gugatan, Pilih Jaga Keberlangsungan Musprov KADIN Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Mantan Wakil Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo Bidang Perizinan, Investasi, dan Pengembangan Ekspor, Jasin Mohammad, memilih tidak melanjutkan rencana gugatan terkait polemik pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Gorontalo.

Keputusan tersebut disampaikan Jasin setelah dirinya diundang Ketua Karateker KADIN Gorontalo Yuliandre Darwis dan WKU Koordinator Bidang Hukum dan HAM Azis Syamsuddin untuk memberikan pandangan terkait dinamika yang terjadi dalam proses Musprov.

Dalam pertemuan bersama Forum Ketua KADIN Kabupaten/Kota terpilih tersebut, Jasin diminta menjelaskan pandangannya mengenai persoalan yang berkembang menjelang pelaksanaan Musprov KADIN Gorontalo.

“Saya ini diundang khusus Bang Yuliandre Darwis dan Bang Azis Syamsudin, karena mereka mungkin mengetahui bahwa Saya adalah salah seorang Demisioner kadin dan mungkin dianggap sebagai tokoh pengusaha di Gorontalo,” ujarnya.

Jasin mengatakan, dirinya telah cukup lama menunggu keputusan dari KADIN Indonesia setelah masa kepengurusan KADIN Provinsi Gorontalo berakhir dan beberapa kali mengalami perpanjangan.

Baca Juga :  Manuver Senyap Tapi Mematikan, Fauzan Fadel Kunci Jalur Pusat Kadin

“Jadi, saya sudah menyampaikan tadi sejatinya kami memang sudah menunggu-nunggu,karena sudah cukup hampir satu tahun Kadin Provinsi Gorontalo ini dinilai sudah vakum,” katanya.

Menurut Jasin, sejak karateker diturunkan, seharusnya komunikasi dengan pengurus sebelumnya dilakukan lebih awal. Hal itu dinilai penting untuk menjelaskan kondisi organisasi sekaligus mekanisme yang akan ditempuh menuju Musprov.

Ia juga mempertanyakan dasar aturan yang digunakan dalam pelaksanaan Musyawarah Kabupaten/Kota, terutama terkait masa berlaku kepengurusan serta ketentuan organisasi yang menjadi acuan.

Ketidakjelasan mengenai hal tersebut sebelumnya membuat Jasin mempertimbangkan langkah hukum. Bahkan, ia mengaku telah menyiapkan rencana gugatan melalui jalur perdata dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Olehnya, saya katakan Saya akan gugat melalui PTUN dan Perdata” ujarnya.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari Azis Syamsuddin mengenai dasar kewenangan dan aturan yang digunakan KADIN Provinsi Gorontalo dalam menjalankan proses Musprov, Jasin akhirnya memilih untuk tidak meneruskan rencana gugatan tersebut.

Baca Juga :  Polresta Gorontalo Kota Siap Amankan Ibadah Jumat Agung dan Paskah 2026, 25 Gereja Jadi Fokus Pengamanan

Selain pertimbangan organisasi, keputusan itu diambil Jasin untuk menjaga keberlangsungan KADIN Gorontalo serta kepentingan dunia usaha di daerah.

“Saya Jasin Muhammad sebagai mantan WKU Bidang Perizinan Investasi Pasar Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Gorontalo, saya diminta untuk menandatangani kesepakatan untuk keberlangsungan Musprov Kadin Gorontalo,” ucap Jasin.

“Saya sudah telepon pengacara saya, bahwa tolong dicabut aja kalau belum dimasukkan, tolong nggak usah dimasukkan dan Saya ingin kadin lebih baik kedepan,” tegasnya.

Jasin juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk kembali masuk dalam struktur kepengurusan KADIN Provinsi Gorontalo, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua umum.

“Saya sudah sampaikan tadi kepada mereka berdua Andi ilham dan Fauzan. siapapun yang akan terpilih tolong jangan masukan nama saya ke dalam struktur kepengurusan WKU Kadin Gorontalo, silahkan memilih para Pengusaha yang profesional masuk dalam jajaran pengurus. Kalaupun diminta Saya cukup aja di Dewan Pertimbangan, yang tugasnya hanya memberikan masukan-masukan sama mereka,” katanya.

Baca Juga :  Pilih Tanggal dan Bulan Cantik, SATRIA Gorontalo Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih Jelang HUT Kemerdekaan Indonesia
Keputusan tersebut disampaikan Jasin setelah dirinya diundang Ketua Karateker KADIN Gorontalo Yuliandre Darwis dan WKU Koordinator Bidang Hukum dan HAM Azis Syamsuddin untuk memberikan pandangan terkait dinamika yang terjadi dalam proses Musprov.

Jasin mengatakan sikap tersebut juga untuk menghindari munculnya anggapan bahwa dirinya berpihak kepada salah satu kandidat Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo.

Ia menyebut memiliki hubungan baik dengan dua kandidat yang saat ini mengikuti kontestasi, yakni Andi Ilham dan Fauzan Fadel Muhammad.

Karena itu, Jasin berharap kedua kandidat tetap membangun komunikasi dan mengutamakan kepentingan organisasi serta dunia usaha Gorontalo dalam proses Musprov.

Bagi Jasin, keberlangsungan organisasi menjadi hal utama. Ia menegaskan tidak ingin terlibat dalam perebutan posisi di tubuh KADIN Gorontalo.

Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KADIN Gorontalo harus mampu membawa organisasi dunia usaha tersebut kembali berjalan dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *