Bank Indonesia dan Pejagindo Bahas Penguatan Ekosistem Jagung, Komoditas Strategis Penopang Ekonomi Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Komoditas jagung kembali menjadi perhatian dalam upaya memperkuat perekonomian Provinsi Gorontalo. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo menerima kunjungan Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, di Kantor Bank Indonesia Gorontalo, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan perdagangan jagung, kondisi pasar, distribusi antar daerah, hingga peluang pengembangan hilirisasi yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Gorontalo.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, didampingi, Shania Gumilar,Rif’at Agumg Adnanto Perumusan (Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah) KEKDA Provinsi gorontalo  menegaskan bahwa jagung memiliki posisi yang sangat penting dalam struktur ekonomi daerah.

Menurut Ciptoning, sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo. Dari sektor tersebut, sekitar 40 persen kontribusinya berasal dari komoditas jagung sehingga perkembangan produksi maupun harga komoditas ini sangat memengaruhi kondisi ekonomi daerah.

“Jagung memiliki peran yang sangat dominan dalam perekonomian Gorontalo. Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah, dan kami memperkirakan sekitar 40 persen kontribusi sektor pertanian berasal dari komoditas jagung. Karena itu, setiap perkembangan harga maupun kondisi jagung menjadi indikator penting dalam melihat arah pertumbuhan ekonomi Gorontalo,” ujar Ciptoning.

Baca Juga :  Lewat Sosialisasikan UU Minerba 2025,Rusli Habibie Dorong Tata Kelola Tambang Legal dan Berpihak ke Rakyat
Bahas Penguatan Ekosistem Jagung Gorontalo. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, memimpin diskusi bersama Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, didampingi jajaran analis Bank Indonesia, di Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo

Ia menjelaskan, informasi mengenai perkembangan sektor jagung menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan proyeksi ekonomi daerah yang dilakukan Bank Indonesia.

Hasil kajian tersebut kemudian disampaikan kepada Kantor Perwakilan BI Wilayah Sulawesi di Makassar, Kantor Pusat Bank Indonesia, sekaligus menjadi bahan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Informasi yang kami peroleh dari sektor jagung menjadi bagian penting dalam penyusunan proyeksi ekonomi daerah. Hasil assessment ini tidak hanya kami laporkan ke kantor wilayah dan kantor pusat, tetapi juga menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menyusun kebijakan ekonomi ke depan,” katanya.

Ciptoning menambahkan, Bank Indonesia tidak memiliki kewenangan menghimpun data resmi mengenai produksi maupun ekspor jagung karena data tersebut merupakan kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait lainnya.

Meski demikian, BI secara rutin melakukan kegiatan liaison atau dialog dengan para pelaku usaha guna memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dunia usaha sebagai pelengkap data statistik.

Baca Juga :  PORDI Gorontalo Gelar Turnamen Domino 2025, Ramaikan HUT ke-25 Provinsi Gorontalo

“Kami melakukan liaison dengan perusahaan-perusahaan jagung untuk mengetahui bagaimana pandangan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi. Apakah mereka optimistis atau justru pesimistis. Informasi itu menjadi pelengkap data statistik sehingga kami dapat melakukan tracking terhadap kondisi ekonomi yang sedang berjalan sekaligus menyusun proyeksi ke depan secara lebih akurat,” jelas Ciptoning.

Ia menegaskan seluruh informasi yang diperoleh akan diolah secara agregat dalam Laporan Perekonomian Daerah tanpa mencantumkan identitas perusahaan, sebagai bagian dari penerapan prinsip kerahasiaan Bank Indonesia.

Diskusi Strategis Pengembangan Komoditas Jagung. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro (kiri), berdiskusi dengan Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad (kanan).

Sementara itu, Ketua Pejagindo Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, mengatakan jagung kini telah berkembang menjadi komoditas strategis yang tidak hanya bernilai sebagai hasil panen, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung industri peternakan dan pangan nasional melalui program hilirisasi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk membangun sistem perdagangan jagung yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

“Gorontalo memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu pusat pengembangan industri jagung nasional. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, penguatan infrastruktur, dan akses pasar yang lebih luas, nilai tambah jagung dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah,” ujar Jasin.

Baca Juga :  Dari Warkop Ajama ke Bursa Kadin, Ramdan Datau Buka Peluang Maju

Mantan Kepala Bidang di Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo itu juga menilai keberlanjutan produksi dan distribusi jagung harus terus dijaga sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, pengembangan industri hilir berbasis jagung diyakini mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat fondasi ekonomi Gorontalo di tengah dinamika ekonomi global.

Dalam kesempatan tersebut, Jasin juga memaparkan perkembangan perdagangan jagung Gorontalo sepanjang tahun 2026 hingga pekan kedua Juli. Total transaksi tercatat mencapai 262.138 ton dengan nilai perdagangan sekitar Rp1,52 triliun.

Jakarta menjadi daerah tujuan distribusi terbesar dengan volume 190.485 ton, disusul Padang 25.534 ton, Banjarmasin 16.343 ton, Surabaya 15.900 ton, Makassar 7.105 ton, Medan 4.825 ton, serta Cirebon 1.946 ton.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa jagung masih menjadi salah satu komoditas unggulan Gorontalo yang berperan penting dalam perdagangan antarwilayah sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *