Bentor Sepi Penumpang, Pengemudi Keluhkan Aksi Mahasiswa Papua di Depan Kampus UNG

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa Papua di depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (30/9/2026), tak hanya menyita perhatian pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Di balik penyampaian aspirasi tersebut, sejumlah pengemudi bentor yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di kawasan kampus mengaku ikut terdampak.

Aksi yang dipusatkan tepat di depan pintu gerbang kampus disebut membuat aktivitas pangkalan bentor menjadi tidak seperti biasanya. Sejumlah pengemudi mengaku kesulitan mendapatkan penumpang selama massa aksi berkumpul di lokasi.

Salah seorang pengemudi bentor, Yusuf, mengatakan keberadaan massa aksi membuat mobilitas calon penumpang di sekitar pintu masuk kampus ikut berubah.

Menurutnya, kondisi tersebut berimbas langsung terhadap penghasilan para pengemudi yang biasa menunggu penumpang di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Jika Aldi Uloli Tak Jadi Maju, Dua Figur Ini Berpeluang Rebut Kursi Ketua Kadin Gorontalo: Bukan Fauzan dan Andi

“Selama aksi berlangsung, torang tidak dapat penumpang. Dorang pe aksi hanya merugikan torang pe waktu. Biasanya ada penumpang, tapi lantaran ada dorang pe aksi, jadi torang susah mencari penumpang,” jelas Yusuf.

Yusuf berharap penyampaian aspirasi mahasiswa tetap memperhatikan kondisi masyarakat yang mencari nafkah di sekitar lokasi aksi.

Baginya, menyampaikan pendapat merupakan bagian dari aktivitas masyarakat, namun ruang publik juga digunakan warga untuk mencari penghasilan, termasuk para pengemudi bentor.

“Kami berharap kalau ada aksi, jangan sampai aktivitas masyarakat yang mencari nafkah ikut terganggu. Torang cuma ingin tetap bisa bekerja dan mendapatkan penumpang,” ujarnya.

Yusuf juga mengungkapkan adanya rasa keberatan dari sejumlah pengemudi bentor terhadap situasi tersebut. Ia bahkan mengatakan para pengemudi siap bertindak apabila terjadi pergerakan dari kelompok lain yang berseberangan dengan massa mahasiswa Papua.

Baca Juga :  Petugas Bandara Djalaluddin Temukan 20 Pcs Emas dalam Dua Koper Penumpang Lion Air

“Kalau tadi itu dari kelompok sebelah yang pro NKRI bergerak, maka torang juga so siap ikut ba kase bubar massa aksi dari mahasiswa Papua. Karena torang juga merasa terganggu dengan dorang pe aksi unjuk rasa,” katanya.

Sementara itu, seorang pengemudi bentor lainnya yang berada bersama Yusuf turut menyoroti keberadaan aksi di sekitar pangkalan mereka.

Ia mempertanyakan sikap kelompok yang berseberangan dengan mahasiswa Papua dan menilai aksi yang berulang di sekitar kawasan kampus turut memengaruhi aktivitas para pengemudi bentor.

“Heran juga dengan massa lawan Papua tadi. Kenapa tidak maju terus ke massa aksi mahasiswa Papua. Padahal torang so siap ba bantu, biar dorang tau ksana ini Gorontalo daerah aman bukan daerah yang boleh dorang sembarang bilang-bilang merdeka. Kurang tiap saat dorang ba aksi ini bekeng susah pangkalan disini,” tukasnya.

Baca Juga :  Sebelum Pulang ke Ternate, Sherly Tjoanda Titip Pesan Khusus Soal Hiu Paus Gorontalo

Keluhan para pengemudi tersebut menunjukkan adanya dampak lain dari aktivitas unjuk rasa, yakni terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari mobilitas warga di sekitar lokasi.

Meski terdapat keluhan dari pengemudi bentor, situasi di sekitar Kampus UNG selama aksi dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Penyampaian aspirasi di ruang publik diharapkan tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan akses masyarakat dan aktivitas ekonomi warga sekitar, sehingga tidak berkembang menjadi gesekan antar kelompok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *