BNN Kota Gorontalo Bekali 20 Peserta di Kawasan Rawan Narkoba dengan Keterampilan Usaha Kopi

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gorontalo melalui program Pembinaan Teknis Life Skill dari BNN Republik Indonesia membekali masyarakat di kawasan rawan narkoba dengan keterampilan usaha. Rabu,14/10/26, di Amarilis Coffe.

Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pembuatan kopi serta strategi pemasaran secara langsung maupun melalui platform digital.

Kepala BNN Kota Gorontalo, Kombes Pol Fikri Sjafri, S.I.K., menjelaskan bahwa bimbingan teknis tersebut merupakan program BNN RI yang diarahkan untuk memberdayakan masyarakat di wilayah rawan penyalahgunaan narkoba, termasuk mantan pengguna narkoba.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 20 peserta di Kelurahan Limba B, Kota Gorontalo.

Wilayah tersebut menjadi salah satu sasaran program karena berstatus waspada terhadap ancaman narkoba.

Baca Juga :  Keluhkan Buruknya Pelayanan RS Aloei Saboe Saat Reses, Warga Soroti Apotek Tutup hingga Obat Tak Tersedia

“Jadi untuk program Pembinaan Teknis Life Skill ini sendiri merupakan program dari BNN RI, jadi kami melaksanakan kegiatan ini dikhususkan untuk wilayah yang rawan narkoba, salah satu wilayah rawan narkoba di Gorontalo itu adalah Kelurahan Limba B dengan status waspada,” jelas Fikri.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan teknis dalam membuat kopi, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan memasarkan produk agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni pelatihan pembuatan kopi dan pemasaran produk secara offline maupun online.

Melalui keterampilan tersebut, peserta diharapkan mampu membangun usaha secara mandiri dan memiliki aktivitas produktif.

Baca Juga :  Langgar Aturan Jam Operasional, Rumah Makan di Kota Gorontalo Kena Sanksi

“Sehingga diharapkan mantan-mantan pengguna narkoba ini ke depannya tidak terlibat lagi dalam kasus narkoba dan mereka bisa mandiri, bisa bekerja sendiri, ada penghasilan sendiri ke depannya,” ungkapnya.

Kepala BNN Kota Gorontalo, Kombes Pol Fikri Sjafri, S.I.K., saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis Life Skill bagi masyarakat di kawasan rawan narkoba, Kelurahan Limba B, Kota Gorontalo.

Program ini menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan yang menempatkan pemulihan sosial dan penguatan ekonomi sebagai aspek penting dalam upaya mencegah seseorang kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Selain menyasar peserta di Kelurahan Limba B, kegiatan tersebut turut melibatkan pendampingan dari 5 kelurahan. Keterlibatan lintas wilayah ini diharapkan dapat memperkuat dukungan lingkungan terhadap masyarakat yang sedang membangun kembali kehidupan sosial dan ekonominya.

Fikri menambahkan, pelaksanaan program selanjutnya akan menyesuaikan dengan kebijakan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat. BNN Kota Gorontalo akan kembali melihat wilayah yang membutuhkan intervensi berdasarkan tingkat kerawanan narkoba.

Baca Juga :  ASTON Gorontalo Hadirkan Promo “Work & Chill”, Nongkrong Sambil Kerja Mulai Rp50 Ribu

“Kami mengikuti anggaran pusat, jadi kegiatannya mungkin tahun depan kita akan melihat lagi wilayah yang memiliki status bahaya. Akan kita intervensi dulu, kita periksa dulu seperti apa kelurahannya, baru kita lakukan bimtek lagi,” tuturnya.

Melalui program ini, BNN berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memperoleh penghasilan, meningkatkan kemandirian, dan membangun kehidupan yang lebih produktif tanpa narkoba.

Upaya tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah terhadap mantan pengguna narkoba agar mereka memperoleh kesempatan untuk bangkit, kembali berdaya, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *