BPS Catat Lonjakan Hunian Hotel dan Lama Menginap Tamu di Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat kinerja sektor perhotelan mengalami peningkatan signifikan pada Juni 2026.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 60,68 persen, naik 28,24 poin dibandingkan Mei 2026 yang berada di kisaran 32,44 persen.

Data tersebut tertuang dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 51/08/75/Th. XX yang dirilis BPS Provinsi Gorontalo pada 3 Agustus 2026.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga menunjukkan tren positif. Pada Juni 2026, tingkat hunian tercatat sebesar 28,09 persen, meningkat 5,70 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Puncak PENAS XVII Kian Semarak, Sejumlah Gubernur Siap Hadir di Gorontalo: Termasuk Sherly Tjoanda Laos

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, M.Stat., mengatakan peningkatan okupansi hotel pada Juni menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Gorontalo.

“Peningkatan Tingkat Penghunian Kamar pada Juni 2026 menunjukkan adanya kenaikan aktivitas perjalanan maupun kegiatan yang memanfaatkan jasa akomodasi di Provinsi Gorontalo. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan industri perhotelan,” ujar Agus. Rabu,05/08/26.

Selain tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang juga mengalami peningkatan. Pada Juni 2026, tamu menginap rata-rata 1,67 malam, atau naik 0,67 poin dibandingkan Mei 2026.

Baca Juga :  Imbas Kisruh Logo dan Medali, Danial Ibrahim Resmi Dinonaktifkan

Di sisi lain, rata-rata lama menginap tamu di hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat 1,18 malam, meningkat 0,12 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Agus, kenaikan lama menginap menunjukkan tidak hanya jumlah tamu yang bertambah, tetapi juga durasi kunjungan yang semakin panjang.

“Semakin lama tamu menginap, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi yang tercipta. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga restoran, transportasi, UMKM, hingga destinasi wisata di daerah,” jelasnya.

Berdasarkan grafik perkembangan TPK hotel berbintang periode Januari 2025 hingga Juni 2026, capaian Juni 2026 menjadi yang tertinggi dalam satu setengah tahun terakhir. Sebelumnya, tingkat hunian hotel berbintang sempat berada di angka 51,70 persen pada November 2025, kemudian turun hingga 28,75 persen pada Januari 2026 sebelum kembali meningkat secara bertahap.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Tekankan Kolaborasi Lintas Instansi untuk Sukseskan PENAS XVII 2026

Agus menambahkan, BPS akan terus memantau perkembangan sektor akomodasi sebagai salah satu indikator aktivitas ekonomi daerah.

“Kami berharap tren positif ini dapat terus terjaga melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional, serta membaiknya aktivitas ekonomi di Gorontalo,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *