Buka Temu Pemuda KNPI Kota Gorontalo, Irwansyah Ajak Generasi Muda Jadi Motor Pembangunan

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO — Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo, Irwansyah D.A. Taha, membuka kegiatan Temu Pemuda dan Sidang Pleno DPD II KNPI Kota Gorontalo, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Bersatu, Indonesia Maju, Menjaga Semangat Proklamasi, Menguatkan Peran Generasi” tersebut menjadi ruang bagi pemuda untuk berdiskusi, bertukar gagasan, sekaligus merumuskan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan generasi muda.

Dalam sambutannya yang mewakili Pemerintah Kota Gorontalo, Irwansyah terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo.

Ia menjelaskan, Wali Kota Gorontalo sedang berada di luar daerah, sementara Wakil Wali Kota memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

“Bapak Wali Kota saat ini ada keluar daerah, kemudian Bapak Wakil Wali Kota saat ini juga sementara mengikuti pertemuan,” ujar Irwansyah.

Menurutnya, kegiatan Temu Pemuda memiliki arti penting karena organisasi kepemudaan tidak seharusnya hanya menjadi tempat berkumpul. KNPI diharapkan mampu menjadi ruang terbuka untuk membicarakan berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan pemuda maupun pembangunan daerah secara keseluruhan.

“Saya menyambut baik kegiatan Temu Pemuda yang dilaksanakan oleh KNPI Kota Gorontalo ini, dan saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi tempat untuk berkumpul, tapi menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Aloei Saboe Canangkan Zona Integritas, Wawali Gorontalo Tekankan Pelayanan Berempati

Pemuda Harus Mengisi Kemerdekaan dengan Karya

Irwansyah mengatakan, kemerdekaan Indonesia tidak berhenti pada keberhasilan para pahlawan merebut kemerdekaan. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus mengisi kemerdekaan melalui karya dan kerja nyata.

Jika generasi terdahulu berjuang dengan tenaga dan jiwa untuk merebut kemerdekaan, kata dia, maka tugas generasi muda saat ini adalah mempertahankan kemerdekaan dengan prestasi.

“Tugas generasi muda hari ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan prestasi,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pemuda Kota Gorontalo tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemuda harus mengambil bagian melalui kreativitas, inovasi, kemandirian, serta keberanian membaca dan memanfaatkan peluang.

Irwansyah juga mengingatkan pentingnya momentum bonus demografi yang diperkirakan berlangsung pada rentang 2025 hingga 2035. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan.

Bonus demografi, kata dia, harus diarahkan agar menjadi kekuatan pembangunan. Jika tidak dikelola dengan baik, besarnya jumlah penduduk usia produktif justru dapat menjadi persoalan bagi daerah maupun bangsa.

“Usia produktif ini tidak dibenarkan kalau tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya, diberikan, diarahkan untuk benar-benar menjadi usia-usia produktif yang memang benar-benar memiliki kreativitas, keberanian serta energi,” ujarnya.

Dorong Pemuda Masuk Dunia Usaha dan Ekonomi Kreatif

Pemerintah Kota Gorontalo, menurut Irwansyah, terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Salah satunya melalui penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang banyak digerakkan oleh kalangan muda.

Baca Juga :  KKSS Gorontalo Perkuat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama di Sumber Ria, Hingga Doakan Bendara Umum yang Sakit

Ia mencontohkan berkembangnya sejumlah ruang usaha dan street food di Kota Gorontalo sebagai bagian dari upaya mendorong anak muda berani berwirausaha.

“Jangan sampai hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Jadilah bagian dari pembangunan itu,” katanya.

Selain UMKM, pemuda juga didorong mengembangkan berbagai sektor potensial seperti ekonomi kreatif, olahraga, seni, budaya, pendidikan, serta bidang lain yang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Menurutnya, perkembangan teknologi juga harus dimanfaatkan secara positif. Generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu mengubah teknologi menjadi sarana untuk menciptakan peluang dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

KNPI Diminta Satukan Potensi Pemuda

Irwansyah juga menekankan posisi KNPI sebagai wadah berhimpun berbagai organisasi kepemudaan. Perbedaan latar belakang organisasi, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan bagi pemuda untuk terpecah.

Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama dan saling menghargai.

“Bagaimana ketua bersama jajaran pengurus ini mampu menyatukan, memanfaatkan potensi yang ada ini menjadi sebuah kekuatan besar,” ujarnya.

Ia mengakui dinamika organisasi kepemudaan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Setiap organisasi memiliki visi, misi, karakter, serta kepentingan yang berbeda. Namun, seluruh perbedaan tersebut harus diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yakni memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Baca Juga :  Program AIR Mulai Terasa, Warga Leato Selatan Nikmati Bantuan Nelayan dan Layanan Publik

Menurutnya, pemuda yang bergabung dalam organisasi seharusnya tidak hanya mencari pengalaman, tetapi juga membangun kemampuan kepemimpinan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemuda Didorong Menjadi Pemimpin Masa Depan

Mengakhiri sambutannya, Irwansyah mengajak pemuda Kota Gorontalo membuktikan bahwa generasi muda mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

Ia berharap semakin banyak anak muda Kota Gorontalo yang mampu berkembang menjadi pengusaha, atlet, seniman, profesional, pemimpin organisasi hingga pemimpin di tingkat daerah dan nasional.

“Saya ingin melihat semakin banyak anak muda Kota Gorontalo, khususnya adik-adik yang hadir saat ini menjadi pengusaha, atlet, seniman profesional, pemimpin organisasi dan orang-orang yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungannya,” tuturnya.

Ia menegaskan, menjadi pemimpin organisasi bukanlah akhir dari perjalanan. Pemuda harus memiliki motivasi dan keberanian untuk bermimpi lebih besar.

“Bukan cuma sekadar pemimpin organisasi, tetapi bisa menjadi pemimpin negara, pemimpin daerah. Ya, kita harus punya motivasi. Itu persoalan apa yang mau jadi itu urusan belakangan,” katanya.

Melalui kegiatan Temu Pemuda dan Sidang Pleno tersebut, KNPI Kota Gorontalo diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat mendorong pemuda menjadi kekuatan penting dalam pembangunan Kota Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *