BULOG Cetak Rekor, Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Gorontalo Capai 106,31 Persen

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA– Perum Bulog mencatat rekor pengadaan beras nasional dengan realisasi mencapai 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Capaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Di Gorontalo, realisasi pengadaan beras juga berhasil melampaui target yang ditetapkan untuk 2026.

Berdasarkan data pengadaan hingga 8 Oktober 2026, Bulog Gorontalo mencatat realisasi sebesar 1.955.800 kilogram atau sekitar 1.955,8 ton setara beras.

Angka tersebut mencapai 106,31 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 1.839.588 kilogram atau sekitar 1.839,6 ton.

Dengan demikian, realisasi pengadaan Bulog Gorontalo telah melampaui target sebanyak 116.212 kilogram atau sekitar 116,2 ton setara beras.

Sementara itu, secara nasional, realisasi pengadaan beras Bulog mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Angka tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Baca Juga :  Wamenaker Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Capaian nasional tersebut menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Jumlah itu juga melampaui realisasi tahun 2025 sebesar 3.191.969 ton dan rekor sebelumnya pada 2012 yang mencapai sekitar 3,65 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bulog dalam menyerap produksi petani di berbagai wilayah Indonesia.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Ahmad Rizal.

Baca Juga :  Wakil Rektor Bilang Tak Wajib, BEM UNG Pilih Bungkam soal Pakaian dan Makanan PKKMB

Pengadaan beras dilakukan melalui jaringan Bulog di berbagai sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Bulog juga mengoptimalkan jaringan pembelian di tingkat produksi, kesiapan sarana penyimpanan, serta percepatan penyerapan saat panen untuk memastikan hasil produksi petani terserap secara maksimal.

Baca Juga :  Antusias Anak dan Orang Tua Warnai Lomba Mewarnai di Bulan Kemerdekaan yang Digagas Oleh Aston Gorontalo

Perkuat Cadangan Beras Pemerintah

Peningkatan pengadaan beras tersebut diarahkan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang menjadi salah satu instrumen menjaga ketersediaan pangan serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga beras.

Ahmad Rizal menyampaikan apresiasi kepada Presiden, kementerian terkait, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.

Bulog berkomitmen melanjutkan penyerapan beras hingga akhir 2026 melalui penguatan operasional dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Capaian nasional maupun realisasi di Gorontalo tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah, menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *