Bulog RI Awasi Harga Sembako di Gorontalo, Ahmad Rizal: Pengecer Nakal Minyak Kita Terancam Dicabut Izinnya

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Perum Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sentral Gorontalo untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta menjamin ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama jajaran Bulog, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, mengingat Pasar Sentral Gorontalo termasuk dalam pasar acuan pemantauan inflasi nasional.

Dalam pemantauan di lapangan, Bulog meninjau sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang, hingga daging. Secara umum, harga kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi stabil.

Harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun beras premium terpantau sesuai ketentuan. Komoditas cabai dan bawang juga masih dalam kisaran normal, meski ditemukan adanya kenaikan pada harga daging yang mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram.

Baca Juga :  BPS Gorontalo Bahas Evaluasi Tahap II Survei Program Makan Bergizi Gratis

“Alhamdulillah, siang hari ini kami dari Bulog bersama Sinwil dan Pinca Bulog serta Kepala Dinas Perdagangan melaksanakan sidak pasar di Pasar Sentral Gorontalo. Dari hasil pemantauan kami, harga-harga di sini relatif stabil mulai dari beras, minyak kita, bawang hingga cabai. Memang ada kenaikan pada komoditas daging, namun secara umum kondisi pasar masih terkendali,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani. Senin,22/06/26.

Selain memantau harga, Bulog juga menegaskan pengawasan ketat terhadap distribusi Minyak Kita agar tetap sesuai jalur resmi dan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah.

“Kami sudah berkomitmen dan menegaskan kepada seluruh jajaran Bulog dari Sabang sampai Merauke bahwa Minyak Kita hanya boleh disalurkan melalui pasar SP Dua KP, pasar rakyat, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Apabila ada oknum pimpinan cabang atau pimpinan wilayah yang menjual di luar ketentuan tersebut, kami akan mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga :  Aldi Andalan Uloli Penuhi Undangan Musda Golkar Gorut, Dorong Konsolidasi dan Kaderisasi Anak Muda

Bulog juga memastikan akan menindak pengecer yang menjual Minyak Kita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, khususnya jika berasal dari distribusi resmi Bulog.

“Bagi pengecer yang terbukti menjual Minyak Kita di atas harga Rp15.700 per liter dan barangnya berasal dari Bulog, maka izinnya akan kami cabut. Kami ingin masyarakat mendapatkan haknya dengan harga yang sesuai dan tidak dirugikan oleh praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Resmikan BNI KCP Sudirman, Hadirkan Konsep Banking Cafe Pertama

Menurut Ahmad Rizal, pengawasan ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi di daerah. Bulog pun memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah.

Ia juga menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.

“Harapan kami harga jual sembako, baik di Gorontalo maupun seluruh Indonesia, tetap sesuai dengan HET dan ketentuan pemerintah sehingga tidak memberatkan masyarakat. Kami ingin seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dengan harga yang terjangkau. Stok pangan nasional saat ini sangat mencukupi, baik beras, minyak goreng maupun komoditas lainnya. Kami yakinkan stok pangan Indonesia dalam kondisi aman hingga tahun depan,” pungkas Ahmad Rizal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *