Dari Balik Jeruji ke Bumi Perkemahan, 10 Warga Binaan Lapas Gorontalo Ikuti Kemah Satya Tunas

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Pembinaan warga binaan tidak hanya dilakukan di balik tembok lembaga pemasyarakatan. Sebanyak 10 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo mendapat kesempatan mengikuti Kemah Satya Tunas di Bumi Perkemahan Bongo Hulawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian untuk membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kemandirian warga binaan.

Melalui kegiatan kepramukaan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan sikap tanggung jawab, memperkuat kemampuan bekerja sama, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Patroli Dini Hari, Polda Gorontalo Sita 97 Botol Miras Ilegal dari Tiga Wilayah

Pembina Kepramukaan Lapas Gorontalo, Irfan Hamim, mengatakan perkemahan ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar membangun karakter melalui berbagai aktivitas bersama.

“Selama enam hari para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melatih kemampuan bekerja sama, membangun jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat gotong royong,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, keikutsertaan dalam Kemah Satya Tunas merupakan kesempatan bagi warga binaan untuk melatih kedisiplinan, meningkatkan rasa percaya diri, dan membangun sikap saling menghargai.

Menurut Irfan, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan pengalaman berkemah di alam terbuka. Lebih dari itu, perkemahan menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat mental dan mendorong peserta melakukan perubahan positif.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Akses Jagung SPHP untuk Peternak Ayam Mandiri

“Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan di alam terbuka, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun mental, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri,” kata dia.

Lapas Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Kepala Lapas Gorontalo, Junaidi Rison, terus mendorong program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, termasuk melalui kegiatan kepramukaan.

Ia menilai, pengalaman mengikuti Kemah Satya Tunas dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Inflasi Gorontalo Agustus 2026 Capai 3,36 Persen, Kabupaten Gorontalo Tertinggi

Pembinaan di Lapas Gorontalo tidak hanya diarahkan pada kepatuhan terhadap peraturan. Pembentukan karakter, penguatan mental, serta peningkatan keterampilan sosial juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Junaidi berharap, sepuluh warga binaan yang mengikuti perkemahan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan potensi diri dan membangun kebiasaan yang lebih baik.

“Saya berharap 10 warga binaan yang mengikuti perkemahan dapat menyerap nilai-nilai kepramukaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *