Dari Gorontalo Utara ke Jepang, Bambang Satya Permana Ungkap Kopi Liberika Mulai Masuk Pasar Ekspor

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Kopi Liberika dari Gorontalo Utara mulai mendapat jalan menuju pasar internasional. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo memfasilitasi pembukaan akses ekspor komoditas tersebut ke Jepang.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya BI mendorong UMKM Gorontalo tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan bersaing di tingkat global.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 di kawasan Gorontalo Grand Palace Convention Center (GPCC), Sabtu (12/9/2026).

Bambang mengatakan, penguatan daya saing UMKM menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan HARFEST tahun ini.

“tema dari kegiatan Harvest 2026 ini adalah harmoni kreativitas dan meningkatkan daya saing UMKM Gorontalo” ucap Bambang.

HARFEST yang pertama kali digelar pada 2020 itu kini berkembang dari sekadar pameran UMKM menjadi festival yang menggabungkan ekonomi kreatif, pariwisata, kuliner, budaya, digitalisasi, hingga keterlibatan generasi muda.

Baca Juga : 

Dalam konteks pengembangan UMKM, kopi menjadi salah satu komoditas yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke pasar luar negeri.

Bambang menyebut kopi Gorontalo kini sudah memiliki akses menuju pasar Jepang.

“Kopi Gorontalo itu tersebut sudah bisa ekspor ke Jepang,” ujarnya.

Salah satu produk yang difasilitasi adalah kopi Liberika yang berasal dari Gorontalo Utara.

Bambang mengungkapkan, proses pembukaan akses ekspor tersebut ditandai dengan kegiatan simbolis bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“kami jugakan lakukan simbolis akad ekspor pak gubernur kopi liberika dari Gorontalo Utara ke Jepang,” jelasnya.

Menurut Bambang, langkah tersebut memang masih berada pada tahap awal. Namun, terbukanya pasar Jepang memberikan peluang bagi komoditas kopi lokal untuk berkembang lebih jauh.

“nah ini hanya baru inisiasi awal tapi komitmen untuk terus membeli mobil lokal Gorontalo ini di Jepang akan terus terbuka ke depannya,” tuturnya.

Baca Juga :  Aspirasi Warga Warnai Reses Sulyanto Pateda di Kelurahan Buladu : Minta Perbaikan Jalan dan Dukungan UMKM

Peluang tersebut sekaligus memperlihatkan arah baru pengembangan komoditas Gorontalo. Produk lokal tidak lagi hanya didorong sebagai bahan baku, tetapi diarahkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sebelum masuk ke pasar yang lebih luas.

BI juga memperkuat pengembangan produk berbasis budaya. Salah satunya melalui inovasi wastra Gorontalo dengan menggabungkan kain tenun dan sentuhan kreatif.

Pengembangan produk tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai jual sekaligus menjaga keberadaan warisan budaya daerah.

Aspek regenerasi juga menjadi perhatian. Ratusan siswa SMP dan SMK dilibatkan dalam sejumlah kegiatan HARFEST 2026 untuk mengenalkan mereka pada keterampilan dan budaya lokal.

Bambang menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menjaga keberlanjutan industri kreatif Gorontalo.

“ini menunjukkan bahwa generasi muda kita juga semakin mengenal dan mampu melanjutkan karo yang menjadi warisan budaya Gorontalo” ucap bambang kembali.

Baca Juga :  Jasin Mohammad Cerita Kisah Perjalanan dan Soal SP1 Hingga Dinamika di Kadin Gorontalo

HARFEST 2026 sendiri melibatkan 165 UMKM yang beraktivitas di kawasan GPCC. Jumlah tersebut belum mencakup pelaku usaha yang ikut mengambil manfaat dari berbagai kegiatan di sekitar Jalan Andalas.

BI memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada promosi produk. Setelah festival, pelaku UMKM akan dipertemukan dengan calon pembeli melalui agenda business matching.

Akses pembiayaan juga menjadi bagian dari penguatan UMKM melalui kolaborasi dengan perbankan dan Pegadaian.

Dengan skema tersebut, HARFEST diharapkan menghasilkan dampak yang lebih konkret, mulai dari transaksi, perluasan pasar, pembiayaan hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Bambang berharap seluruh rangkaian program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan ikut memperkuat perekonomian Gorontalo.

“semoga apa yang kita lakukan memberi manfaat bagi masyarakat Gorontalo menuju Gorontalo yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *