Dari Provinsi hingga Desa, Syarif Mbuinga Nahkodai ABPEDNAS Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Kepengurusan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Provinsi Gorontalo resmi memasuki fase baru.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ABPEDNAS se-Gorontalo dilantik dan dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (12/8/2026).

Syarif Mbuinga resmi dipercaya memimpin DPD ABPEDNAS Provinsi Gorontalo. Pada kesempatan yang sama, kepengurusan DPC dari enam kabupaten/kota turut dikukuhkan.

Enam daerah tersebut yakni Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Gorontalo Utara, dan Pohuwato.

Baca Juga :  Thomas Mopili Yakin Pengamanan Nataru di Gorontalo Terkendali

Terbentuknya kepengurusan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menjadi langkah penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh wilayah Gorontalo.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat peran BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD memiliki posisi strategis, antara lain dalam menyerap aspirasi masyarakat serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan desa.

ABPEDNAS diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi bagi anggota BPD. Lebih dari itu, organisasi tersebut dituntut mampu menjadi ruang komunikasi, koordinasi, sekaligus peningkatan kapasitas bagi para anggota BPD.

Baca Juga :  Gusnar Minta ADD untuk Penanganan Kemiskinan dan Tengkes

Penguatan sinergi antara BPD, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi agenda penting. Kolaborasi dinilai diperlukan untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Syarif Mbuinga, ekspektasi terhadap arah gerak ABPEDNAS Gorontalo pun semakin besar. Pengurus baru dituntut membangun komunikasi yang lebih intensif dengan BPD hingga ke tingkat desa.

Konsolidasi organisasi sampai ke akar rumput menjadi salah satu tantangan utama. ABPEDNAS tidak hanya diharapkan memperjuangkan penguatan kelembagaan BPD, tetapi juga memastikan aspirasi masyarakat desa mendapat ruang yang lebih besar dalam proses pembangunan.

Baca Juga :  Subuh-Subuh Jangan Tidur! Final Piala Dunia 2026 Nobar Gratis di Kantor PDIP Gorontalo, Hadiah Rp2,5 Juta Menanti

Dengan struktur organisasi yang telah terbentuk di tingkat provinsi dan enam kabupaten/kota, ABPEDNAS Gorontalo memiliki modal kelembagaan untuk mengambil peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa.

Penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi anggota, dan konsolidasi hingga ke desa-desa akan menjadi indikator penting untuk mengukur efektivitas kepengurusan baru dalam mendorong pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *