Daya Listrik RSUD ZUS Gorontalo Utara Disorot,ZAMRUD Gorontalo: Bisa Rugikan Negara dan Buka Celah Korupsi

Tabayyun.co.id, GORONTALO UTARA — Persoalan ketidakstabilan daya listrik di RSUD ZUS Gorontalo Utara kembali menjadi sorotan. Sekretaris Zamrud, Frenky Max Kadir, mempertanyakan kondisi tersebut yang dinilai tidak hanya mengganggu pelayanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Dalam keterangannya, Frenky menegaskan bahwa tegangan listrik yang tidak stabil sangat berdampak pada kenyamanan pasien maupun keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Ketidakstabilan tegangan listrik ini jelas berdampak langsung pada pelayanan. Pasien dan keluarga pasien menjadi tidak nyaman, apalagi jika kondisi ini terjadi terus-menerus,” ujar Frenky. Minggu 05/04/26.

Lebih jauh, ia juga menyoroti dampak teknis terhadap peralatan rumah sakit, baik perangkat elektronik maupun alat kesehatan (alkes).

Menurutnya Frenky atau lebih dikenal Max,arus listrik yang tidak stabil dapat memperpendek usia pakai alat-alat tersebut.

Baca Juga :  Astaga! Inspektorat Ungkap Direktur RS Zus Gorut Ternyata Sering Lakukan Perdis

“Kalau arus listrik tidak stabil, maka alat elektronik dan alat kesehatan akan cepat rusak. Ini bukan hanya persoalan teknis, tapi bisa berdampak pada kerugian negara karena umur pakai alat menjadi jauh lebih pendek dari seharusnya,” tegasnya.

Max bahkan mengingatkan agar kondisi ini tidak membuka peluang terjadinya praktik-praktik yang merugikan, termasuk potensi korupsi dalam pengadaan barang.

“Jangan sampai karena persoalan daya listrik ini, pihak rumah sakit terus-menerus mengganti alat elektronik dan alkes. Ini bisa membuka celah, bahkan pintu korupsi menjadi terbuka lebar jika tidak diawasi dengan serius,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan bangunan gardu listrik di lokasi rumah sakit yang disebut sudah berdiri, namun belum difungsikan secara maksimal.

Baca Juga :  ZAMRUD Angkat Isu Gaji PPPK PW Nihil 3 Bulan, DLH Gorontalo Utara Beri Klarifikasi Keras

Kata Max bangunan tersebut, belum dilengkapi dengan perangkat pendukung penambahan daya listrik.

“Kami sangat menyayangkan, karena bangunan untuk gardu sudah ada, tetapi di dalamnya belum terisi peralatan. Ini terkesan terbengkalai dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ungkap Frenky.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksinkronan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur pendukung di rumah sakit.

Sebagai langkah tindak lanjut, Frenky menyatakan pihaknya akan segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan menyeluruh terkait persoalan daya listrik di RSUD ZUS Gorontalo Utara.

“Kami berencana turun langsung untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi. Ini harus segera ditangani, karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  AGIT Menata Kinerja, Jasin Mohammad Dorong Peningkatan Produktivitas Pelabuhan Anggrek

Ia juga mengingatkan agar pengadaan alat kesehatan ke depan harus disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur, khususnya daya listrik. Jika tidak, maka alat yang sudah dibeli berpotensi tidak dapat digunakan secara optimal.

“Jangan sampai ada pengadaan alat kesehatan, tetapi daya listrik tidak mampu mendukung operasionalnya. Kalau itu terjadi, bisa masuk kategori Tuntutan Ganti Rugi (TGR), karena alat tidak digunakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Persoalan ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, agar pelayanan kesehatan di RSUD ZUS Gorontalo Utara dapat berjalan maksimal tanpa hambatan teknis yang merugikan banyak pihak.

Hingga berita ini dilayangkan, Redaksi berupaya menghubungi Direktur RS Zus Gorontalo,untuk dimintai klarifikasi atau hak jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *