Demo Mahasiswa di Belgia Memanas, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Meriam Air

TBAYYUN.CO.ID, BRUSSEL — Aksi protes mahasiswa terkait kenaikan biaya hidup dan biaya pendaftaran universitas di Belgia berujung ricuh.

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok demonstran di Brussel dan Liege, Sabtu (17/10/2026).

Kericuhan tersebut terjadi di tengah gelombang protes yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah siswa sekolah menengah sebelumnya menggelar demonstrasi untuk menentang kenaikan biaya pendaftaran universitas.

Baca Juga :  Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Usai Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Namun, Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menilai kerusuhan yang terjadi bukan sekadar aksi protes biasa. Ia menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kekerasan yang terorganisasi.

Di Brussel, polisi menembakkan gas air mata ke arah sekelompok pemuda di kawasan Bourse.

Menurut laporan seorang jurnalis AFP, kelompok tersebut melemparkan botol dan sejumlah benda lainnya.

Pihak kepolisian menyebut sekitar 10 orang telah ditangkap dalam rangkaian kericuhan tersebut.

Baca Juga :  Trump Siapkan Pertemuan dengan Kim Jong Un: Dia Punya 57 Senjata Nuklir

Meski demonstrasi telah memperoleh izin dari pihak berwenang, situasi di lapangan memburuk ketika sejumlah kelompok dilaporkan melemparkan kembang api dan cairan mudah terbakar.

Polisi kemudian mengerahkan meriam air untuk membubarkan mereka.

Kerusuhan juga menyebabkan kerusakan fasilitas di sejumlah lokasi. Tempat sampah dan skuter listrik dibakar, sedangkan kantor Partai Sosialis menjadi sasaran perusakan.

Situasi serupa terjadi di Liege, kota di wilayah timur Belgia. Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan kelompok demonstran yang lebih kecil.

Baca Juga :  Diaspora Indonesia di Jepang Gaungkan Budaya Islam Lewat Pertukaran Budaya di Kochi

Kota tersebut sebelumnya juga mengalami bentrokan sekitar 10 hari sebelum aksi terbaru berlangsung.

Rangkaian demonstrasi ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan di tengah persoalan biaya hidup dan akses pendidikan tinggi di Belgia. Situasi tersebut disebut memiliki kemiripan dengan gelombang protes yang terjadi di Prancis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *