Di Hadapan Wisudawan, Rektor UMGO Transparan Ungkap Aset Kampus Naik 152,63 Persen

Tabayyun.co.id, GORONTALO – Momen Resepsi Milad ke-18 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) yang dirangkaikan dengan Wisuda XXIII tidak hanya menjadi ajang pelepasan lulusan baru.

Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Rektor UMGO, Prof. Dr. H. Abdul Kadim Masaong, M.Pd., memaparkan perkembangan signifikan yang berhasil dicapai kampus, termasuk lonjakan nilai aset yang mencapai 152,63 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Wisuda Ke-XXII Terbesar UMGO, Rektor Tegaskan Arah Kampus Menuju Excellent University

Pemaparan tersebut disampaikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib pada Selasa (14/07/2026).

Menurut Prof. Kadim, pertumbuhan aset menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan Universitas Muhammadiyah Gorontalo dalam memperkuat kualitas pendidikan dan infrastruktur kampus.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai investasi yang dilakukan UMGO, terutama setelah hadirnya Fakultas Kedokteran.

Pengembangan fakultas baru itu mendorong pembangunan fasilitas pembelajaran modern yang dirancang mengikuti kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.

Baca Juga :  Masjid Baitul Ar-Rasyid Hidupkan Kegiatan Keagamaan, Tak Pernah Minta Sumbangan dari Warga

Salah satu fasilitas unggulan yang kini dimiliki UMGO adalah meja anatomi digital berbasis layar sentuh dengan teknologi visual tiga dimensi.

Perangkat tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari anatomi tubuh manusia secara interaktif, termasuk melakukan simulasi pembedahan dalam lingkungan virtual.

“Sebagian bahkan bisa menyaingi fasilitas PTN. Salah satunya, UMGO memiliki meja anatomi digital canggih berupa layar sentuh visual 3D untuk simulasi bedah secara virtual,” kata Kadim.

Baca Juga :  Dari Rumah ke Masjid, Tradisi Bukber KKSS Gorontalo Terus Berkembang, Ribuan Warga Hadiri Penutupan di Masjid Al-Ardan

Tak sampaidi situ, Manajemen kampus juga memproyeksikan memiliki lebih dari 100 dosen bergelar doktor pada tahun 2028.

Target tersebut diyakini akan semakin memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas riset, sekaligus menciptakan lulusan yang lebih kompetitif di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *