Di Tengah Efisiensi, Ekonomi Kota Gorontalo Justru Melaju 5,7 Persen

Tabayyun.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mencatat capaian positif di sektor ekonomi meski di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam Rapat Paripurna DPRD pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo yang digelar di aula DPRD, Senin (30/3/2026).

Dalam pemaparannya, Adhan mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo pada tahun 2025 mencapai 5,7 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan pada triwulan pertama sempat menyentuh 6,82 persen.

Baca Juga :  Wali Kota Gorontalo Tegaskan Laporan Rakornas Harus Riil, Tak Boleh Rekayasa

“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat semakin dinamis dan berkembang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi daerah saat ini semakin kuat dengan ditopang oleh sektor perdagangan, jasa konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Kondisi tersebut sekaligus menegaskan karakter Kota Gorontalo sebagai kota berbasis jasa.

Baca Juga :  Kapolresta Suryono Anugerahkan Penghargaan bagi Anggota Berprestasi di Hari Pahlawan

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 5,31 persen, turun 0,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,97.

Menurut Adhan, capaian ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi, termasuk memberi ruang bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memanfaatkan ruang-ruang publik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Baca Juga :  Adhan Dambea Soroti Peran PPPK Paruh Waktu, Gaji Rendah Dinilai Tak Manusiawi, Perintahkan Kenaikan Upah di Bawah Rp 1 Juta

“Ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, maka pembangunan akan memberikan dampak nyata,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar. Mulai dari meningkatnya urbanisasi, keterbatasan lahan, hingga dinamika ekonomi global yang menuntut inovasi dan kerja keras berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *