DPRD Provinsi Gorontalo Resmikan Studio Podcast Parlemen, Dorong Transparansi Digital

Tabayyun.co.id, GORONTALO— Ketua DPRD Provinsi Gorontalo meresmikan Studio Podcast Parlemen DPRD sebagai sarana komunikasi publik berbasis digital, Senin (2/3/2026).

Peresmian berlangsung sederhana dan dihadiri tiga Wakil Ketua DPRD, Sekretaris DPRD, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, jajaran sekretariat dewan, serta sejumlah awak media.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD menegaskan kehadiran studio tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi publik.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Provinsi Soroti BSPS: Jangan Kejar Kuota, Rumah Harus Tuntas

“Di era digitalisasi saat ini, DPRD harus mampu beradaptasi. Studio podcast ini menjadi ruang dialog, edukasi, sekaligus sarana transparansi kinerja dewan kepada masyarakat Gorontalo,” ujarnya. Thomas Mopili.

Ia menjelaskan, platform podcast dinilai efektif untuk menyampaikan program kerja, kebijakan, hasil pengawasan, hingga aspirasi masyarakat secara lebih fleksibel dan mudah diakses, terutama oleh kalangan muda.

Baca Juga :  Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo Koordinasi dengan Bupati Bahas Kesiapan PENAS XVII

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa menyebut inovasi ini sebagai langkah menuju parlemen modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Studio Podcast Parlemen dilengkapi perangkat rekaman audio visual profesional, sistem pencahayaan modern, serta desain interior representatif untuk produksi konten digital.

Ke depan, studio ini akan menghadirkan program rutin dengan narasumber pimpinan DPRD, ketua komisi, alat kelengkapan dewan, hingga mitra kerja pemerintah daerah.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Idrus Mopili Sambut Wamen PMI di Gorontalo, Dorong Perlindungan Pekerja Migran Maksimal

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan sesi rekaman perdana yang menghadirkan Ketua DPRD bersama Wakil Ketua sebagai narasumber.

Melalui fasilitas ini, DPRD Provinsi Gorontalo berharap partisipasi publik meningkat serta terbangun komunikasi dua arah yang konstruktif antara lembaga legislatif dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *