Tabayyun.co.id, JAKARTA — Menjelang Hari Raya Idulfitri, isu kelancaran distribusi logistik kembali menjadi perhatian. Kader Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, Fauzan Fadel Muhammad, menilai sistem transportasi nasional yang belum terintegrasi berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.
Menurut Fauzan, lonjakan aktivitas masyarakat selama musim mudik tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang, tetapi juga memengaruhi distribusi barang, khususnya kebutuhan pokok di berbagai wilayah.
“Lebaran bukan hanya soal pergerakan orang, tetapi juga menjaga agar distribusi barang tetap berjalan lancar meskipun ada lonjakan arus manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pemudik setiap tahun memberi tekanan besar terhadap sistem logistik. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu gangguan pasokan barang di pasar.
Fauzan menilai, salah satu persoalan utama terletak pada belum optimalnya konektivitas antar moda transportasi. Sistem yang masih berjalan sendiri-sendiri antara jalur darat, laut, dan udara dinilai kerap menimbulkan hambatan distribusi.
Sejumlah titik krusial seperti jalan tol, pelabuhan, hingga pusat distribusi menjadi lokasi rawan terjadinya penumpukan. Dampaknya, arus barang menjadi terhambat dan berpotensi memengaruhi harga di pasaran.
Ia menegaskan, pemerintah perlu segera memperkuat integrasi sistem transportasi agar distribusi tetap lancar dan stabilitas ekonomi selama Lebaran dapat terjaga.














