Geram! Wali Kota Adhan Soroti Istri Ditikam Suami hingga 17 Kali: Cari Solusi, Bukan Kekerasan

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO — Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengecam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan seorang perempuan berinisial SM mengalami 17 luka tusukan yang diduga dilakukan suaminya sendiri.

Keprihatinan tersebut disampaikan Adhan saat menjenguk SM pada Kamis (26/8/2026). Ia mendatangi korban setelah kembali dari agenda pemerintahan di Manado, Sulawesi Utara.

SM menjadi korban penikaman di sebuah indekos di Jalan Kasuari, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga :  TPP ASN Cair Besok, Adhan Dambea Ajak ASN Gorontalo Sisihkan Rp2.000 untuk Korban Bencana NTT

Dalam peristiwa tersebut, SM disebut mengalami 17 luka tusukan. Pelakunya diduga FM (26), yang merupakan suami korban.

Saat menjenguk, Adhan melihat langsung kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril. Ia mengaku prihatin karena persoalan rumah tangga yang seharusnya dapat diselesaikan dengan komunikasi justru berujung pada tindakan yang membahayakan nyawa.

Menurut Adhan, setiap persoalan dalam keluarga seharusnya dihadapi dengan kepala dingin. Jika terjadi konflik, pasangan harus mengedepankan komunikasi dan mencari jalan keluar, bukan melampiaskan emosi dengan kekerasan.

Baca Juga :  Kuliner Khas Palembang Hadir di Gorontalo, Pempek Wong Kito Jadi Buruan Pecinta Kuliner

“Saya tidak mau masuk ke intern keluarga. Hanya saja, kalau ada masalah, cari solusi, bukan main tusuk seperti ini,” tegas Adhan.

Ia menilai tindakan penikaman tersebut tidak manusiawi, terlebih korban harus menanggung belasan luka akibat kekerasan yang dilakukan orang terdekatnya.

Adhan juga mengingatkan bahwa persoalan rumah tangga tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan yang mengancam keselamatan pasangan.

Menurutnya, apabila sebuah hubungan sudah tidak dapat dipertahankan, penyelesaiannya tetap harus dilakukan secara baik-baik dan tidak menggunakan kekerasan.

Baca Juga :  Tanpa APBD, Program Street Food Kota Gorontalo Cetak Transaksi Rp 2 Miliar dalam 75 Hari

“Kalau tidak mampu mengurus lagi, kembalikan ke orang tua. Ini kejadian yang sangat luar biasa, korban mengalami 17 tusukan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Gorontalo itu berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.

Ia meminta masyarakat, khususnya para pria, mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan rumah tangga. Kekerasan, kata dia, bukan solusi dalam menyelesaikan konflik keluarga.

“Saya harap tidak ada lagi kejadian semacam ini,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *