GKK 2026 Makin Meriah, 175 UMKM dan 500 Siswa Bawa Karawo sebagai Simbol Identitas Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 kembali digelar dengan melibatkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pelajar.

Tahun ini, sebanyak 175 pelaku UMKM dan 500 siswa akan terlibat dalam rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 September 2026.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi kain karawo sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di Gorontalo.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe menyampaikan hal tersebut dalam rapat persiapan GKK 2026 yang dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga :  Ramdan Datau Warning Oknum Pembuat Gaduh di Kadin Gorontalo: Siap Terima Sanksi!

Dalam rapat itu, Sultan memaparkan perkembangan persiapan GKK sekaligus sejumlah agenda yang akan dirangkaikan dengan Hulonthalo Art and Craft Festival yang digelar Bank Indonesia.

Menurut Sultan, peserta dari luar daerah juga mulai menunjukkan ketertarikan untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Beberapa kontingen dari luar termasuk dari Bali Pak Gubernur sudah mendaftar mereka ada 100 orang dan akan menjadi partisipan,” kata Sultan.

GKK 2026 mengusung tema “Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo”.

Sedikitnya terdapat enam agenda utama yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Salah satunya Jelajah Rasa Nusantara yang akan digelar di halaman parkir GPCC. Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 50 booth UMKM kuliner.

Selain itu, bazar UMKM akan melibatkan sekitar 175 pelaku usaha. Sementara Karawo Kolosal melibatkan 500 siswa yang akan diperkenalkan secara langsung pada proses pembuatan kain karawo.

Baca Juga :  Persaingan Kadin Kini Tiga Kekuatan, Fauzan Masuk Bursa Caketum Kadın, Arah Jasin Kemana??

Para siswa akan mengikuti tahapan mulai dari pengirisan, pencabutan benang, penyulaman hingga proses finishing.

Pada acara pembukaan, sekitar 100 siswa SMA Negeri 1 Limboto juga akan tampil membawakan musik tradisional dengan iringan perkusi.

Sementara untuk pelaksanaan Karnaval Karawo, panitia akan menggunakan rute yang sama dengan penyelenggaraan tahun 2025.

Rangkaian acara juga akan dilengkapi dengan kegiatan “Gorontalo Bercerita” yang dipusatkan di City Mall.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta unsur karawo menjadi bagian yang lebih dominan dalam kostum peserta karnaval.

Menurutnya, motif dan ornamen karawo harus lebih mudah terlihat, khususnya pada bagian depan kostum.

Gusnar bahkan meminta sekitar 70 persen unsur karawo ditempatkan di bagian depan sehingga identitas utama Karnaval Karawo dapat langsung dikenali masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Gorontalo Terima Penganugerahan Provinsi Layak Anak tahun 2025

“70 persen karawo dibagian depan, jangan di belakang, karena kesan kemarin mungkin karena pertama kali saya melihat juga, mana bagian karawonya. Hanya di spot-spot tertentu saja,” kata Gusnar.

Selain agenda budaya dan UMKM, GKK 2026 juga akan dimeriahkan penampilan penyanyi nasional Yura Yunita dan The Soul.

Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan dibuka oleh Menteri Pariwisata.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital dijadwalkan meresmikan Desa Kreatif Wisata di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GKK 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi karawo, tetapi juga mampu memperluas pasar produk UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Gorontalo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *