GKK 2026 Pecahkan Rekor! 500 Pengrajin Karawo dan 147 UMKM Siap Bikin Gorontalo Bergemuruh

TABAYYUN.CO.ID,GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kembali menghadirkan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026.

Mengusung kekayaan budaya lokal sebagai daya tarik utama, GKK 2026 ditargetkan menjadi karnaval terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Ribuan pelaku ekonomi kreatif, pengrajin, komunitas, pelajar hingga pelaku usaha akan ambil bagian dalam agenda budaya tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Dr. Ir. Sultan Kalupe, S.T., M.T. mengatakan, persiapan GKK 2026 dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Untuk GKK 2026 ini kita siapkan 500 pengrajin Karawo yang akan tampil langsung. Ada juga 100 alat musik tradisional Polopalo yang akan mengiringi karnaval. Ditambah 147 booth UMKM dan 600 peserta dari berbagai komunitas, sekolah,swasta,perbankan hingga instansi,” ujarnya. Rabu,09/09/26.

Baca Juga :  Polisi Diduga Aniaya Mahasiswa UNG, BEM Geram dan Lapor ke Polda

Sultan menjelaskan, GKK tidak hanya diposisikan sebagai parade budaya, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

“500 pengrajin ini adalah ujung tombak pelestarian Karawo. 147 booth UMKM ini adalah tempat perputaran ekonomi. Kami ingin saat tamu datang, mereka tidak hanya melihat karnaval, tapi juga belanja, makan, dan merasakan langsung budaya Gorontalo,” jelasnya.

Baca Juga :  Diserbu Peserta Penas XVII, Hiu Paus Gorontalo jadi Destinasi Primadona

Karawo sebagai salah satu identitas budaya Gorontalo menjadi bagian penting dalam pelaksanaan GKK 2026. Kehadiran ratusan pengrajin diharapkan tidak hanya memperlihatkan keindahan kerajinan sulaman khas daerah, tetapi juga membuka ruang promosi dan pasar yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Selain itu, GKK 2026 diarahkan menjadi salah satu media promosi pariwisata Gorontalo ke tingkat nasional. Perpaduan antara Karawo, musik tradisional Polopalo, UMKM dan keterlibatan berbagai komunitas diharapkan mampu menciptakan atraksi budaya yang menarik wisatawan.

Baca Juga :  Kolam Renang FOX Hotel Gorontalo Ditutup Sementara untuk Perawatan Rutin

“Kami ingin GKK jadi ikon. Kalau orang bicara Karawo, orang langsung ingat Gorontalo. Kalau orang bicara Gorontalo, orang langsung ingat GKK. Itu mimpi besar kita,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan pelaksanaan GKK 2026. Masyarakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga ikut menciptakan suasana yang ramah bagi para tamu dari luar daerah.

“Mari kita jadikan GKK 2026 sebagai pesta rakyat. Tunjukkan ke dunia bahwa Gorontalo punya budaya yang luar biasa dan masyarakat yang luar biasa ramahnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *