TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang terlibat dalam persiapan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027. Program yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diarahkan untuk memperkuat kawasan ekonomi masyarakat pesisir melalui perencanaan lokasi yang sesuai dengan potensi daerah.
Dalam proses persiapan tersebut, KKP melibatkan 3.500 peserta dari 37 provinsi di Indonesia untuk mengikuti pembekalan penyiapan dan perencanaan calon lokasi KNMP 2027.
Pembekalan ini bertujuan memastikan setiap calon lokasi memiliki kesiapan yang memadai, baik dari sisi kebutuhan masyarakat nelayan, potensi usaha kelautan dan perikanan, maupun kemampuan pengelolaan kawasan dalam jangka panjang.

KKP menetapkan empat tahapan utama dalam proses penyiapan program tersebut. Tahapan itu meliputi identifikasi dan penyiapan calon lokasi, survei dan penilaian, fasilitasi kesiapan, serta perencanaan pengembangan kawasan.
Penentuan lokasi juga mempertimbangkan sejumlah indikator, di antaranya kebutuhan wilayah, potensi kelautan dan perikanan, kesiapan lokasi pembangunan, serta konektivitas kawasan dengan akses pasar.
Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menetapkan lokasi prioritas secara objektif. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.
Di Gorontalo, sinergi antara KKP, Universitas Negeri Gorontalo, dan Lembaga Pengawas Pemerintahan Provinsi Gorontalo (LP3G) diharapkan dapat memperkuat proses persiapan program.
Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk menghubungkan kebijakan pemerintah pusat dengan kondisi lapangan, termasuk karakteristik wilayah, kearifan lokal, serta kebutuhan nyata masyarakat nelayan.
Pengembangan KNMP sendiri tidak terbatas pada pembangunan infrastruktur perikanan. Program ini juga mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan kegiatan ekonomi, pengolahan hasil perikanan, perluasan pemasaran, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.
Melalui pendekatan terpadu tersebut, KNMP 2027 diharapkan dapat mendorong kawasan pesisir menjadi lebih produktif dan terintegrasi. Penguatan rantai usaha perikanan juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, mulai dari kegiatan produksi hingga pemasaran hasil tangkapan.
Bagi Gorontalo, keterlibatan dalam tahap persiapan ini menjadi kesempatan untuk memastikan pengembangan kawasan nelayan selaras dengan potensi kelautan dan perikanan daerah.
Namun, keberhasilan program nantinya akan bergantung pada ketepatan pemilihan lokasi, kesiapan kelembagaan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas dan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.













