Gubernur Gusnar: PENAS XVII Tunjukkan Kuatnya Komitmen Petani dan Nelayan Menjaga Ketahanan Pangan

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan menjadi gambaran nyata tingginya komitmen petani dan nelayan Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penilaian tersebut disampaikan Gusnar saat memberikan sambutan pada pembukaan PENAS XVII yang berlangsung di GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan nasional itu secara resmi dibuka oleh Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Gusnar, besarnya jumlah peserta yang hadir dari berbagai daerah menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian dan perikanan masih menjadi pilar penting pembangunan nasional.

Ia menyebut kehadiran sekitar 13.000 petani dan nelayan dari seluruh Indonesia menunjukkan tingginya kepedulian pelaku sektor pangan terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Baca Juga :  Lagi dan Lagi, Fauzan Tunjukkan Kelasnya: Jurus Disimpan, Silaturahmi Jadi Kunci di Halalbihalal Kadin

“Dapat diambil kesimpulan bahwa dengan hadirnya belasan ribu petani dan nelayan ini menjadi penanda bahwa spirit petani dan nelayan Indonesia untuk terus mempertahankan swasembada pangan sangat kuat,” kata Gusnar.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang mengirimkan peserta dalam jumlah besar pada ajang tersebut. Tiga provinsi dengan jumlah peserta terbanyak berasal dari Sulawesi Utara yang mengirim lebih dari 1.500 peserta, Sulawesi Tengah lebih dari 900 peserta, serta Kalimantan Timur yang mengikutsertakan lebih dari 600 peserta.

Gusnar menilai antusiasme tersebut memperlihatkan keseriusan petani dan nelayan dalam meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta memanfaatkan berbagai inovasi yang diperkenalkan melalui PENAS XVII.

Menurutnya, semangat yang ditunjukkan peserta menjadi modal penting untuk memperkuat target swasembada pangan nasional sekaligus mendukung cita-cita Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia.

Baca Juga :  Aksi Solidaritas Mahasiswa Banggai di Gorontalo, Buka Donasi Online dan Turun ke Jalan

Selain seremoni pembukaan, kegiatan PENAS XVII juga menghadirkan dialog langsung antara petani, nelayan, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Forum tersebut dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan.

Salah satu aspirasi datang dari Abdul Rahman Mansur, Ketua Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Kota Gorontalo. Ia berharap keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dapat segera difungsikan guna mempermudah akses bahan bakar bagi nelayan.

Masukan juga datang dari pelaku usaha sekaligus petani yang bergerak di sektor produksi tempe. Ia meminta dukungan operasional usaha serta penambahan alokasi pupuk guna meningkatkan hasil produksi pertanian.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa: Suara Buruh Harus Menjadi Kekuatan Demokrasi

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gibran meminta seluruh aspirasi yang disampaikan petani dan nelayan didokumentasikan dan segera ditindaklanjuti oleh kementerian maupun instansi terkait.

Dalam kesempatan yang sama, Gusnar turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas perhatian yang diberikan kepada sektor pertanian dan perikanan.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden atas perhatian yang terus diberikan kepada petani dan nelayan Indonesia,” katanya.

PENAS XVII menjadi wadah nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha untuk bertukar pengalaman, teknologi, serta inovasi guna mendukung pembangunan pertanian dan perikanan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *