Hadiri Wisuda ke-28 UNIGO, Ghalieb Lahidjun Apresiasi Konsistensi Kampus Jalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo yang diwakili Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-28 Program Magister dan Sarjana Universitas Gorontalo (UNIGO) Tahun 2026, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rustam Akili Convention Center (RACC) tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi 661 wisudawan dan wisudawati UNIGO yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang magister maupun sarjana.

Rapat Senat Terbuka tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pengurus YP-DLP Gorontalo Rolli Paramata, Rektor Universitas Gorontalo Dr. Robby Hunawa, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI GoSulutTeng atau yang mewakili, Gubernur Gorontalo yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo Risjon Sunge, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota Senat UNIGO, pimpinan perguruan tinggi, alumni, orang tua serta keluarga wisudawan.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus YP-DLP Gorontalo Rolli Paramata memberikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Gorontalo sebagai bagian dari pembentukan karakter lulusan Universitas Gorontalo.

Menurut Rolli, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Lebih dari itu, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta daerahnya.

Ia turut memberikan penghargaan kepada sejumlah alumni UNIGO yang dinilai telah memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Beberapa di antaranya yakni Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo H. Zulfikar Usira, Ghalieb Lahidjun yang hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, serta Susanto Liputo yang mewakili DPRD Kota Gorontalo.

Rolli menilai kiprah para alumni yang telah memperoleh kepercayaan masyarakat menjadi salah satu bukti bahwa Universitas Gorontalo mampu mencetak lulusan yang dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNG Dorong Pemberdayaan Perempuan Adat di Talumelito Lewat Inovasi Digital dan Produk Lokal

“Universitas Gorontalo memang hanyalah merupakan universitas kecil, tapi bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, khususnya masyarakat Gorontalo,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana YP-DLP Gorontalo untuk membentuk Lembaga Pelestarian Budaya Gorontalo. Lembaga tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemangku adat dan berbagai pihak terkait dalam menghidupkan kembali sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Gorontalo.

“Kita akan mendorong Universitas Gorontalo bisa melahirkan orang-orang yang berkarakter Mo’odelo dan dididik oleh para mentor yang merupakan pakar-pakar di bidang budaya,” kata Rolli.

Rolli menegaskan, pembentukan lembaga tersebut tidak dimaksudkan untuk menyaingi organisasi maupun lembaga kebudayaan yang selama ini telah ada. Lembaga itu justru diarahkan sebagai wadah independen yang memiliki keterkaitan langsung dengan lingkungan Universitas Gorontalo.

Selain penguatan karakter dan budaya, Universitas Gorontalo juga disebut tengah mempersiapkan pembukaan Program Strata-3 (S3) Doktor Ilmu Manajemen.

Rolli bahkan menyebut H. Syarif Mbuinga sebagai pendaftar pertama dengan stambuk 001 untuk program doktor tersebut.

Pada kesempatan yang sama, YP-DLP Gorontalo juga memberikan apresiasi khusus kepada Yesi Lamami, S.KM., salah seorang wisudawan Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berhasil menyelesaikan pendidikan meskipun harus menjalani perjuangan sebagai seorang yatim piatu.

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tersebut, yayasan memberikan beasiswa 100 persen kepada Yesi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Gorontalo.

Rolli mengatakan pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata yayasan terhadap mahasiswa yang menghadapi keterbatasan, tetapi tetap memiliki semangat kuat untuk menyelesaikan pendidikan.

“Ini bentuk apresiasi kami dari yayasan atas perjuangan dan pengorbanan dari orang yang tidak mampu, tapi mampu meraih gelar kesarjanaannya hari ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dari Rumah ke Masjid, Tradisi Bukber KKSS Gorontalo Terus Berkembang, Ribuan Warga Hadiri Penutupan di Masjid Al-Ardan

Sementara itu, Rektor Universitas Gorontalo Dr. Robby Hunawa dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa sebanyak 661 wisudawan dan wisudawati mengikuti Wisuda ke-28 UNIGO.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 merupakan lulusan Program Magister Pascasarjana. Kemudian 157 lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat, 132 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 108 lulusan Fakultas Hukum, 51 lulusan Fakultas Teknik, 46 lulusan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, serta 34 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Gubernur Gorontalo yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, turut memberikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, momentum wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.

Para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja atau job seeker, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebagai job creator yang mandiri, inovatif, berintegritas dan memiliki daya saing.

Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata Risjon, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, riset, inovasi, kewirausahaan, pertanian, perikanan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, yang hadir mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, turut menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan Universitas Gorontalo sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang terus menjalankan perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Ghalieb, sejak berdiri hingga saat ini, Universitas Gorontalo telah memiliki rekam jejak perjuangan yang teruji dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kampus Universitas Gorontalo ini sejak berdirinya sampai saat ini memang sudah memiliki rekam jejak perjuangan yang teruji. Perjuangan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni belajar dan mengajar, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.”

Baca Juga :  Di Hadapan Wisudawan, Rektor UMGO Transparan Ungkap Aset Kampus Naik 152,63 Persen

Ghalieb menilai Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak seharusnya hanya menjadi slogan yang melekat pada institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, tiga pilar tersebut harus menjadi landasan dalam setiap proses pengembangan kampus dan pembentukan karakter sivitas akademika.

“UG tidak melihat Tri Dharma Perguruan Tinggi ini hanya sekadar jargon akademik semata. Lebih daripada itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi kompas perjuangan kampus. Karakter kejuangan inilah yang telah menjadi modal kuat bagi seluruh civitas akademika maupun alumni untuk terus memajukan dan mengembangkan kampus ini. Tentu, secara otomatis kemajuan kampus akan menjadi salah satu pilar bagi kemajuan bangsa. Terima kasih Universitas Gorontalo atas pengabdiannya kepada Gorontalo selama ini,” ujar Ghalieb.

Ia berharap komitmen Universitas Gorontalo dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Rangkaian Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-28 UNIGO diawali dengan pembukaan, tarian selamat datang, Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan Mars Universitas Gorontalo.

Kehadiran Ghalieb Lahidjun mewakili Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap penguatan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan budaya dan karakter generasi muda di Gorontalo.

Wisuda ke-28 UNIGO diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni atas keberhasilan akademik para lulusan. Momentum tersebut juga diharapkan menjadi titik awal bagi 661 wisudawan dan wisudawati untuk mengabdikan ilmu yang diperoleh, menjaga nama baik almamater dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa dan negara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *