HARFEST 2026, Bambang Satya Permana Dorong UMKM Gorontalo Perkuat Transaksi Digital

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Festival Kuliner HARFEST 2026 tidak sekadar menjadi tempat menikmati makanan. Ajang yang berlangsung di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, itu menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus mencari pasar baru.

Sekitar 75 pelaku UMKM kuliner ambil bagian dalam festival yang digelar melalui kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kota Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Peserta yang terlibat juga memiliki latar belakang usaha yang beragam. Selain UMKM kuliner, sejumlah pedagang street food dari kawasan Jalan Andalas, Kota Gorontalo, turut meramaikan festival.

Baca Juga :  Batas Waktu Kian Dekat, Mukab dan Mukot Hingga Musprov Kadin Gorontalo Dipertanyakan?

Kehadiran pelaku street food tersebut menambah ragam produk yang ditawarkan kepada pengunjung HARFEST 2026.

Secara keseluruhan, pameran dalam kegiatan tersebut melibatkan 165 UMKM binaan Bank Indonesia.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menghadiri kegiatan tersebut pada Jumat (11/9/2026). Sejumlah pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan turut hadir dalam pembukaan festival.

Di antaranya Staf Ahli Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Forkopimda Kota Gorontalo, serta perwakilan perangkat daerah Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Bagi UMKM, keikutsertaan dalam HARFEST menjadi peluang untuk berhadapan langsung dengan konsumen. Produk lokal tidak hanya dipamerkan, tetapi juga didorong agar memiliki daya saing yang lebih kuat.

Baca Juga :  Adhan Dambea Hadiri Bukber, Tegaskan Kehadiran Tanpa Kepentingan Politik

Bank Indonesia mendorong pelaku usaha memperhatikan kualitas produk, kemasan, hingga tata kelola bisnis. Digitalisasi transaksi juga menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan UMKM.

“Digitalisasi transaksi juga menjadi bagian dari penguatan UMKM,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Satya Permana.

Menurut dia, pemanfaatan pembayaran digital penting untuk memudahkan transaksi sekaligus menyesuaikan usaha dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM Gorontalo berkembang tidak hanya dari sisi jumlah pelaku usaha, tetapi juga kualitas produk, pemasaran, dan profesionalitas pengelolaan bisnis.

Baca Juga :  Ririn Ekawati atau Ariel NOAH? GoHM 2026 Lempar Kejutan, Runners Pilih Siapa?

Festival Kuliner HARFEST 2026 masih berlangsung di GPCC Kota Gorontalo hingga Minggu (13/9/2026).

“Masyarakat dapat mengunjungi festival sekaligus menikmati beragam produk kuliner dan produk lokal yang ditawarkan pelaku UMKM,” ujarnya.

Bagi pelaku usaha, semakin banyak pengunjung yang datang dan melakukan transaksi, semakin besar pula peluang produk mereka dikenal oleh konsumen baru.

HARFEST 2026 pun menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan UMKM Gorontalo dengan pasar yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis produk lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *