Harga Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu per Kilogram, Indriani Dunda Bantu Warga Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Tingginya harga cabai rawit di pasaran menambah tekanan pengeluaran rumah tangga warga Kota Gorontalo.

Di tengah kondisi tersebut, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai NasDem, Indriani Dunda, menyalurkan bantuan cabai rawit kepada puluhan kepala keluarga di empat kelurahan.

Bantuan tersebut disalurkan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) pada Minggu. Setiap keluarga menerima setengah kilogram cabai rawit untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur di tengah lonjakan harga komoditas pangan.

Empat kelurahan yang menjadi sasaran penyaluran bantuan itu yakni Dulomo, Bugis, Tomulabutao, dan Huangobotu.

Indriani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi akibat musim kemarau dan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Dukung Pembentukan Forum Media Parlemen

“Ini kami lakukan untuk membantu masyarakat Kota Gorontalo yang ekonominya terpuruk akibat musim kemarau yang berakibat pada naiknya semua komoditas,” kata Indriani Dunda.

Ia menegaskan, bantuan cabai rawit tersebut berasal dari dana pribadinya, bukan dari anggaran pemerintah daerah.

Menurutnya, bantuan itu diharapkan dapat meringankan sebagian pengeluaran rumah tangga, terutama ketika harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Harga Cabai Tekan Belanja Dapur

Tingginya harga cabai rawit turut dirasakan warga yang harus mengatur ulang belanja kebutuhan sehari-hari. Di pasaran, harga komoditas tersebut disebut mencapai Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Awal Tahun 2026, Sitti Nurayin Sompie Dorong Peran Aktif Media Kawal Kinerja Komisi DPRD Provinsi Gorontalo

Ucen, salah seorang warga Kelurahan Huangobotu yang menerima bantuan, mengaku terbantu dengan cabai rawit yang diberikan. Menurutnya, harga yang tinggi membuat pengeluaran untuk kebutuhan dapur semakin berat.

“Kami sangat terbantu. Harga cabe sekarang mahal sekali, sampai Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilo. Dengan bantuan setengah kilo ini, setidaknya bisa mengurangi pengeluaran dapur kami,” kata Ucen.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang mengalami kesulitan akibat kenaikan harga bahan pangan.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa Serap Aspirasi Warga Koluwoka, Bibit Jagung hingga Bantuan Nelayan Jadi Sorotan

“Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut, karena banyak warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Indriani yang juga menjabat Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Gorontalo berharap masyarakat tetap tenang menghadapi kenaikan harga pangan. Ia turut mengajak warga memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi tekanan ekonomi.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas pangan menjadi perhatian dalam upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah Provinsi Gorontalo disebut telah menjalankan program bantuan pangan bagi masyarakat rawan pangan.

Meski bantuan cabai rawit dapat membantu kebutuhan dapur dalam jangka pendek, perkembangan harga komoditas dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *