Hari Trisakti 2026 Jadi Momentum Kadis Irwan Tanamkan Nilai Demokrasi di Sekolah

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO UTARA— Peringatan Tragedi Trisakti yang diperingati setiap 12 Mei kembali menjadi pengingat penting bagi bangsa Indonesia terhadap perjuangan mahasiswa dalam memperjuangkan reformasi dan demokrasi.

Peristiwa penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998 dinilai bukan sekadar catatan sejarah nasional, tetapi juga menjadi pelajaran penting dalam dunia pendidikan.

Empat mahasiswa yang gugur dalam tragedi tersebut, yakni Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hertanto, dan Hendriawan Sie, dikenang sebagai simbol perjuangan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi rakyat secara kritis dan demokratis.

Baca Juga :  Hardiknas 2026,Irwan Abudi Usman: Pendidikan Kunci Masa Depan Gorontalo Utara

Dinas Pendidikan Gorontalo Utara menilai peringatan Hari Trisakti harus menjadi refleksi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Tragedi Trisakti mengajarkan kepada dunia pendidikan bahwa mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan sosial. Nilai keberanian, kepedulian terhadap bangsa, serta semangat demokrasi harus terus ditanamkan melalui proses pendidikan,” ujar Dr. Irwan Abudi Usman, S.Pd., M.Pd., Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :  Sampah Menggunung di RS ZUS, ZAMRUD Desak Komisi I DPRD Provinsi Panggil Bupati dan Direktur : Dinilai Tak Becus Bekerja

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter kritis, humanis, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap bangsa dan negara.

“Sekolah dan perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kesadaran sejarah. Dengan memahami peristiwa Trisakti, generasi muda diharapkan dapat menghargai demokrasi dan menyampaikan aspirasi secara bijak serta damai,” katanya.

Baca Juga :  Sosialisasi SPMB 2026/2027, Disdik Gorut Tekankan Transparansi Penerimaan

Ia menambahkan, semangat reformasi yang lahir dari perjuangan mahasiswa 1998 harus menjadi motivasi dalam membangun kualitas pendidikan nasional yang lebih terbuka, adil, dan berpihak pada masa depan generasi muda.

“Pendidikan adalah ruang terbaik untuk menjaga nilai-nilai demokrasi tetap hidup. Karena itu, mengenang Trisakti bukan sekadar mengenang tragedi, tetapi juga menjaga semangat perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *