Honda Minta Jepang Tak Terlena, Tegaskan Brasil Berbeda Saat Piala Dunia

TABAYYUN.CO.ID, OLAHRAGA– Mantan bintang Timnas Jepang, Keisuke Honda, mengingatkan publik negaranya agar tidak terlalu percaya diri menghadapi kemungkinan bertemu Brasil pada babak gugur Piala Dunia 2026.

Menurutnya, menyamakan pertandingan persahabatan dengan atmosfer turnamen resmi merupakan kekeliruan besar.

Pernyataan Honda muncul setelah berkembang anggapan di kalangan suporter bahwa Samurai Biru memiliki peluang besar menghadapi Brasil karena pernah mengalahkan tim tersebut dalam laga uji coba. Namun, ia menilai hasil pertandingan nonkompetitif tidak bisa dijadikan ukuran kekuatan sesungguhnya.

Baca Juga :  Erick Thohir Bertemu KNVB, Sinyal Uji Coba Timnas Pusat vs Belanda Juni Mendatang?

Honda menegaskan bahwa Brasil selalu tampil dengan wajah berbeda ketika memasuki ajang Piala Dunia.

Tim berjuluk Selecao itu memiliki tradisi panjang sebagai kandidat juara sehingga setiap pemain dituntut memberikan performa terbaik saat turnamen berlangsung.

Menurut Honda, tekanan yang dirasakan pemain Brasil jauh lebih besar dibandingkan negara lain. Di mata masyarakat Brasil, gelar juara dunia menjadi target utama sehingga pencapaian hingga babak perempat final pun masih dianggap sebagai hasil yang mengecewakan.

Baca Juga :  Musorcab KONI Gorontalo Diulang, Cabor PTMSI Beri Dukungan

Di sisi lain, ekspektasi terhadap Timnas Jepang dinilai masih berbeda. Meski perkembangan Samurai Biru terus meningkat dalam beberapa edisi Piala Dunia terakhir, keberhasilan mencapai babak delapan besar saja sudah akan menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Jepang.

Perbedaan standar keberhasilan itulah yang menurut Honda menjadi pembeda mentalitas kedua negara. Ia berharap para pemain dan pendukung Jepang tetap rendah hati serta fokus meningkatkan kualitas permainan dibanding terlalu memikirkan calon lawan di fase gugur.

Baca Juga :  Bermodal Ratusan Miliar Rupiah, Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes dari Venezi

Honda menilai Jepang memiliki potensi terus berkembang di level dunia. Namun, ia menegaskan perjalanan menuju level negara-negara elite seperti Brasil masih membutuhkan proses panjang, pengalaman, dan konsistensi di turnamen besar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *