Imbas Kisruh Logo dan Medali, Danial Ibrahim Resmi Dinonaktifkan

Tabayyun.co.id, GORONTALO- Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menonaktifkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Danial Ibrahim di tengah meningkatnya polemik menjelang pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025. Keputusan itu diambil sebagai langkah cepat meredam kegaduhan publik yang terus meluas.

Kontroversi bermula dari penggunaan logo GHM yang diketahui memiliki kemiripan dengan logo sebuah perusahaan di Australia. Dugaan plagiat tersebut memicu kritik luas, terutama setelah Dispora Provinsi Gorontalo tetap menggelar peluncuran resmi logo yang dimaksud.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo, Dorong Pengembangan Wisata Pentadio Barat untuk Sejahterakan Warga

Di tengah tekanan publik, Danial Ibrahim sempat memberikan klarifikasi kepada media. Ia menegaskan bahwa logo tersebut merupakan karya salah satu pegawai honorer dan berjanji akan melakukan penyempurnaan.

Namun persoalan belum mereda. Publik kembali dibuat resah setelah desain medali GHM menampilkan nama Gusnar Ismail. Unggahan akun resmi GHM pun dibanjiri komentar yang memprotes penyematan nama tokoh politik dalam event berbayar tersebut.

Protes keras turut disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Gorontalo, Ghalib Lahidjun, yang menyoroti dampak politis dari kebijakan panitia GHM. Kritik itu kemudian ditindaklanjuti Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo dengan menggelar rapat dengar pendapat bersama Dispora.

Baca Juga :  Calon Ketua Umum PB IKA Spendu Go Siap Rangkul Semua Angkatan, Fahrudin Salilama Fokus Gaet Milenial

Usai pertemuan tersebut, Komisi IV DPRD mengeluarkan rekomendasi resmi kepada Gubernur Gorontalo agar menonaktifkan Danial Ibrahim untuk meredakan ketegangan yang berkembang di masyarakat, sekaligus memastikan penyelenggaraan GHM tetap berjalan.

Sebelumnya juga, LSM Jaman juga mendesak DPRD Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Provinsi agar Danial Ibrahim segera dicopot dari Kadispora.

Baca Juga :  Ratusan Warga Meriahkan Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi di Kota Barat

Melihat situasi yang terus memanas, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan bahwa stabilitas pelaksanaan GHM lebih diutamakan. Pemerintah tidak ingin polemik tersebut menghambat agenda lari yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, memastikan bahwa keputusan penonaktifan telah diformalkan.

Ia mengatakan surat keputusan sudah diserahkan langsung kepada Danial.

“SK penonaktifannya sudah kami serahkan langsung kepada yang bersangkutan,” ucap Sofian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *