Jalan Ajoeba Wartabone Resmi Diabadikan, Pemkot Gorontalo Tegaskan Komitmen Rawat Sejarah

TABAYYUN.CO.OD, KOTA GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo resmi mengabadikan nama tokoh perjuangan asal Gorontalo, Ajoeba Wartabone, sebagai nama salah satu ruas jalan di Kota Gorontalo, Rabu (20/5/2026).

Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan pergantian nama dua ruas jalan lainnya menjadi Jalan B.J Habibie dan Jalan dr Zainal Umar Sidiki.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mengatakan, pergantian nama jalan itu bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi bentuk penghormatan pemerintah terhadap jasa para tokoh daerah yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan daerah.

“Ini bukan sekadar seremonial penggantian plang atau penunjuk arah. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan dari Pemerintah Kota Gorontalo atas jasa, dedikasi, serta perjuangan para tokoh terdahulu yang telah memberikan sumbangsih bagi kemajuan masyarakat Gorontalo,” ujar Adhan dalam sambutannya.

Baca Juga :  Ratusan Peserta Ikut Lomba Aduan Layangan Dragon Cup se-Kota Gorontalo, Jelang Peringatan HUT-RI Ke-80

Adhan menegaskan, pemerintah daerah ingin menghadirkan nilai sejarah di ruang publik agar generasi muda terus mengenal para tokoh Gorontalo yang memiliki rekam jejak perjuangan nasional.

Dalam suasana penuh keakraban, Adhan bahkan sempat melontarkan candaan soal rencananya mengganti sejumlah nama jalan lain di Kota Gorontalo dengan nama tokoh daerah.

“Sekarang niat saya ini Jalan Palma, Jalan Jeruk, Jalan Manado, Jalan Irian, mau ganti semua. Di mana lagi? Jalan Irian di Gorontalo? Ini rencana saya ganti semua, nanti kita akan cari tokoh-tokoh yang Insyaallah bisa kita cantumkan nama-nama mereka di jalan-jalan tersebut,” tegas Wali Kota Adhan.

Baca Juga :  Kemenkeu Setujui Pemindahan RKUD Kota Gorontalo dari BSG ke BTN

Sementara itu, perwakilan keluarga Ajoeba Wartabone, Roeland Niode, mengaku terharu atas penghormatan yang diberikan Pemerintah Kota Gorontalo kepada keluarganya.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir untuk mewakili keluarga opa saya, Ajoeba Wartabone. Saya adalah cucu tertua, alhamdulillah masih hadir pada saat peresmian jalan. Untuk itu, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Wali Kota atas penamaan jalan Ajoeba Wartabone,” tutur Roeland.

Roeland kemudian mengenang salah satu momen penting perjuangan Ajoeba Wartabone saat mempertahankan keutuhan Indonesia di tengah situasi politik nasional yang memanas pada 1947.

“Ajoeba Wartabone itu mendeklarasikan ‘Sekali ke Jogja, tetap ke Jogja’. Itu 23 Mei 1947. 1947 itu negara dikacaukan oleh si Van Mook, Belanda. Diadu, diadu domba, dipecah-pecahkan,” kenangnya.

Baca Juga :  Kantor Wali Kota Gorontalo Jadi Super Prioritas, Anggaran Awal Rp30 Miliar Disiapkan

Ia menjelaskan, keberanian Ajoeba Wartabone menyampaikan sikap politik tersebut dilakukan di hadapan pihak kolonial Belanda dalam sebuah forum resmi pemerintahan saat itu.

“Ajoeba pada saat itu, di hadapan para kolonial itu, ada satu pertemuan, istilahnya itu Tweede Kamer, DPR nya pada waktu itu-memberanikan diri untuk mendeklarasikan ‘Sekali ke Jogja, tetap ke Jogja’. Semangat ini menjadi impian juga dari adiknya, Nani Wartabone,” ujar Roeland.

Adhan Dambea mengaku kagum setelah membaca langsung catatan sejarah perjuangan Ajoeba Wartabone yang diserahkan pihak keluarga kepadanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, langkah pengabadian nama tokoh daerah di jalan-jalan utama Kota Gorontalo akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya merawat identitas sejarah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *