Jasin Mohammad Sebut, Penas KTNA 2026 Jadi Pintu Masuk Hilirisasi Jagung di Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong pengembangan hilirisasi komoditas pertanian di Provinsi Gorontalo, khususnya jagung yang selama ini menjadi salah satu andalan daerah.Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, mengatakan Gorontalo memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri berbasis jagung. Namun, hingga kini sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan ke berbagai daerah dalam bentuk bahan baku.

Hal itu disampaikan Jasin saat menjadi narasumber dalam program Tamu Kita yang disiarkan RRI Gorontalo melalui Zoom, Rabu (10/6/2026).

Menurut Jasin, perdagangan komoditas jagung dan kopi dari Gorontalo menunjukkan tren yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait, volume perdagangan yang dilakukan hingga Mei 2026 mencapai ratusan ribu ton dengan nilai transaksi yang menembus Rp1,2 triliun.

Baca Juga :  Paripurna HUT ke-298, DPRD Provinsi Gorontalo Tekankan Sinergi Pembangunan

“Alhamdulillah, dari Januari sampai Mei 2026, Provinsi Gorontalo sudah melakukan perdagangan jagung ke Surabaya, Banjarmasin, Padang, Cirebon, Makassar dan daerah lainnya dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,2 triliun,” ujar Jasin.

Ia menjelaskan, selama ini Gorontalo masih menjadi daerah pemasok jagung ke sejumlah wilayah besar di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi karena populasi unggas di Gorontalo masih relatif kecil dibandingkan daerah lain seperti Sulawesi Selatan maupun sejumlah provinsi di Pulau Jawa yang menjadi pusat industri peternakan.

Karena itu, hasil produksi jagung Gorontalo lebih banyak dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak.
Meski demikian, peluang hilirisasi mulai terbuka setelah Kementerian Pertanian merencanakan pembangunan kawasan industri berbasis pertanian di Gorontalo Utara. Program tersebut mencakup pembangunan pabrik pakan ternak dan fasilitas pendukung lainnya yang diharapkan mampu menyerap hasil panen petani secara langsung.

Baca Juga :  Harga Emas Tak Bergerak, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

“Dengan adanya rencana pembangunan industri hilirisasi di Gorontalo Utara, kami berharap jagung hasil petani bisa langsung ditampung oleh industri sehingga memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha,” katanya.

Jasin mengungkapkan, pengembangan industri pakan ternak di Gorontalo juga berpotensi memperkuat rantai pasok sektor peternakan. Apalagi kebutuhan bahan baku pakan tidak hanya berasal dari jagung, tetapi juga komponen lain yang sebagian masih diimpor dari luar negeri.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada kualitas jagung yang dihasilkan petani. Industri pakan ternak membutuhkan jagung dengan standar tertentu, termasuk kadar aflatoksin dan tingkat kadar air yang sesuai.

Menurutnya, masih banyak petani yang belum mampu menghasilkan jagung sesuai spesifikasi industri karena keterbatasan sarana pascapanen.

Baca Juga : 

“Tantangan yang masih dihadapi adalah kualitas jagung petani yang harus memenuhi spesifikasi industri pakan ternak. Karena itu kami berharap pemerintah dapat membantu penyediaan dryer vertikal maupun horizontal di setiap daerah sentra produksi jagung,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, BUMD, hingga Koperasi Desa Merah Putih menjadi faktor penting dalam mewujudkan hilirisasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, PENAS 2026 dapat menjadi ruang untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan agar hilirisasi pertanian tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat ekonomi bagi petani dan nelayan di Gorontalo.

“Jika fasilitas pengering tersedia, maka kualitas jagung petani akan semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan industri yang akan dibangun di Gorontalo,” tutup Jasin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *