Tabayyun.co.id, GORONTALO -Kontestasi menuju kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo semakin dinamis. Salah satu kandidat, Aldi Andalan Uloli, kini menghadapi sejumlah sorotan publik yang dinilai menjadi pertimbangan penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
Sejumlah kalangan menilai,menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) 30 Mei 2026 mendatang, terdapat tiga aspek utama yang perlu dicermati apabila Aldi dipercaya memimpin Kadin Gorontalo. Ketiga hal tersebut mencakup domisili, usia, hingga kemampuan komunikasi.
Isu pertama yang mencuat berkaitan dengan domisili. Aldi disebut tidak menetap secara penuh di Gorontalo. Kondisi ini dinilai sebagian pihak dapat memengaruhi kedekatannya dengan kondisi riil daerah, termasuk dinamika para pelaku usaha lokal.
Selain itu, faktor usia juga menjadi perhatian. Aldi dinilai masih relatif muda oleh sejumlah senior. Mereka menilai pengalaman menjadi faktor penting dalam memimpin organisasi yang membutuhkan keputusan strategis dan jaringan yang luas.
Aspek ketiga yang turut disorot adalah kemampuan komunikasi. Beberapa pihak menilai respons Aldi dalam menjalin komunikasi dan koordinasi belum optimal. Bahkan, terdapat keluhan terkait lambatnya tanggapan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Menanggapi berbagai catatan tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang perizinan. Investasi. Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Gorontalo, Jasin Mohammad, memberikan pandangannya. Ia menilai, persoalan domisili tidak bisa dijadikan ukuran tunggal dalam menilai kapasitas seorang pemimpin.
“Artinya, ketua sebelumnya juga Muhalim sering ke luar Daerah tujuannya untuk melakukan lobi-lobi politik bagaimana program Kadin Gorontalo bisa berjalan semasa beliau menjabat,sama saja yang dilakukan Aldi sekarang,bahkan Aldi skala internasional,” ucap Jasin. Senin 23/03/26.
“ Aldi Uloli juga memiliki rumah disini (Gorontalo) dan keluarga besar,” sambung Jasin.

Jasin juga menanggapi soal usia Aldi yang dipersoalkan. Ia menilai, publik seharusnya memberi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Saya beri contoh, anak muda yang sukses di dunia usaha di Jogja, kemudian menjadi anggota DPRD Provinsi selama 2 periode adalah Erwin Ismail. Anak muda yang mengabdi untuk Daerah dan benar-benar mendedikasikan diri untuk rakyat dan kemajuan Gorontalo,” jelas Jasin.
“Saya tahu kepemimpinannya Aldi yang selalu mengutamakan kolaboratif dan bekerja kolektif dan kolega bersama pengurus, kita senior hanya memback-up saja jalannya organisasi Kadın Gorontalo,” tambah Jasin.
Adapun terkait komunikasi, Jasin mengakui hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi ke depan.
“ Perlu saya sampaikan bahwa, tak ada pemimpin yang sempurna, bisa saja komunikasi bisa jadi bahan evaluasi dan diperbaiki sebelum Aldi memimpin Kadın kedepan,” Tutup Jasin Ketua Asosiasi Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo itu.











