Tabayyun.co.id, Gorontalo — Setelah kritik publik sebelumnya terkait minimnya tenaga medis pada penyelenggaraan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025, sorotan kini bergeser ke pengelolaan informasi oleh Humas Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Perhatian publik muncul setelah situs resmi Pemprov Gorontalo menayangkan berita berjudul “GHM 2025: Lautan Biru Penuhi Jalanan Gorontalo”.
Pemilihan diksi dalam judul itu diduga mengesampingkan keberadaan warna kuning yang juga terdapat pada jersey peserta.
Sejumlah publik menilai penggunaan istilah “lautan biru” tidak mencerminkan keseluruhan elemen visual GHM.
Publik bahkan menduga penyebutan warna tersebut dilakukan secara sengaja oleh oknum admin yang menangani pemberitaan.
Selain soal warna, publik juga menyoroti desain GHM 2025 yang dianggap hanya menonjolkan satu identitas visual.
Mulai dari logo yang memunculkan huruf “G”, perdebatan mengenai warna tali, tertera nama Gusnar Ismail di belakang medali, hingga dominasi warna biru pada jersey menjadi bagian dari kritik tersebut.
Sebelumnya,Isu ini turut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo. Mereka mempertanyakan mengapa Dinas Pemuda dan Olahraga—yang merupakan mitra kerja DPRD—tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan event lari berskala nasional itu.
Dengan berbagai dinamika tersebut, publik berharap gelaran GHM pada tahun-tahun berikutnya dapat dikelola lebih profesional agar mampu mencerminkan sport event yang inklusif dan transparan.















